BERITA TERKINI
Gejolak Geopolitik Jadi Perhatian, LPEI Perkuat Manajemen Risiko untuk Menjaga NPL

Gejolak Geopolitik Jadi Perhatian, LPEI Perkuat Manajemen Risiko untuk Menjaga NPL

SURABAYA — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menaruh perhatian pada gejolak geopolitik yang dinilai ikut memengaruhi dinamika ekonomi global dan meningkatkan ketidakpastian. Kondisi tersebut mendorong LPEI memperkuat manajemen risiko agar keberlanjutan pembiayaan ekspor tetap terjaga dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) terkendali.

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, mengatakan situasi geopolitik yang memanas menegaskan pentingnya pengelolaan risiko yang kuat. Karena itu, LPEI menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi berbagai tekanan yang dapat memengaruhi kesehatan portofolio pembiayaan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah stress testing secara berkala untuk mengukur ketahanan portofolio pembiayaan dan likuiditas dalam berbagai skenario, mulai dari pelemahan ekonomi global, volatilitas nilai tukar, kenaikan suku bunga, hingga penurunan harga komoditas. “Dengan demikian, langkah mitigasi dapat disiapkan lebih dini,” ujar Sulaeman dalam jawaban pada media gathering di Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Selain itu, LPEI juga melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan, baik dari sisi sektor maupun negara tujuan ekspor, agar risiko tidak terkonsentrasi pada sektor atau pasar tertentu. Penguatan tata kelola dan manajemen risiko turut dilakukan melalui peningkatan kualitas proses pembiayaan, pemantauan portofolio yang lebih intensif, serta penguatan sistem pengendalian internal.

LPEI juga menerapkan supervisi kondisi debitur melalui early warning detection untuk mengantisipasi perubahan kinerja debitur yang berpotensi terdampak kondisi global. Di sisi mitigasi, LPEI memanfaatkan instrumen seperti asuransi dan penjaminan ekspor guna membantu eksportir mengelola risiko perdagangan internasional, termasuk risiko pembayaran dan volatilitas pasar.

Dari sisi pendanaan, LPEI memperkuat manajemen likuiditas dan struktur pendanaan agar tetap memiliki fleksibilitas dalam menjaga stabilitas pembiayaan di tengah potensi perubahan kondisi pasar keuangan. LPEI juga menjalin kolaborasi dengan lembaga keuangan domestik maupun internasional, termasuk berbagai Export Credit Agencies, untuk berbagi risiko dan memperluas kapasitas pembiayaan bagi proyek ekspor strategis.

Sulaeman menyampaikan, portofolio LPEI secara umum masih didominasi sektor-sektor strategis berorientasi ekspor seperti manufaktur, agribisnis, dan pertambangan, sejalan dengan mandat lembaga tersebut untuk mendorong daya saing ekspor nasional.

Dengan pengelolaan risiko yang disebut disiplin, LPEI mencatat NPL net turun menjadi 2,4% pada 2025, membaik dari 4,5% pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, penyaluran pembiayaan LPEI tumbuh 2% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 57,2 triliun. Pertumbuhan pembiayaan tersebut turut menopang laba bersih LPEI yang tercatat Rp 252 miliar pada 2025, naik 8% secara YoY.