BERITA TERKINI
Gabungan Aktivis Serukan Persatuan Nasional, Soroti Diplomasi Board of Peace dan Potensi Provokasi

Gabungan Aktivis Serukan Persatuan Nasional, Soroti Diplomasi Board of Peace dan Potensi Provokasi

Di tengah meningkatnya tensi konflik global, sejumlah organisasi masyarakat sipil mengajak publik memperkuat persatuan nasional. Seruan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN), Indonesia Millenials Center (IMC), dan Komrad pada Sabtu (14/3).

Ketiga organisasi menekankan pentingnya posisi Indonesia di panggung internasional, sekaligus meminta kewaspadaan terhadap potensi provokasi di dalam negeri yang memanfaatkan isu-isu strategis.

Koordinator JIHN Riswan Siahaan menyoroti langkah Indonesia yang bergabung dalam Board of Peace (BoP). Menurutnya, keikutsertaan tersebut dapat memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai aktor kunci perdamaian dunia, termasuk dalam menyuarakan kemerdekaan Palestina.

Riswan mengatakan, masuknya Indonesia ke BoP membuka ruang diplomasi yang lebih luas. “Dalam masuknya Indonesia ke BOP menjadi salah satu komunikasi diplomasi dengan negara-negara Internasional, hubungan bilateral antar negara yang masuk dalam BOP memudahkan Indonesia untuk menjalin kerjasama apapun dengan negara lain,” ujarnya.

Meski demikian, JIHN menyampaikan catatan agar pemerintah bersikap tegas apabila kebijakan BoP ke depan dinilai menyimpang dari prinsip perdamaian atau berpotensi merugikan kepentingan nasional.

Sementara itu, Koordinator Komrad Pancasila Antoni Yudha menyebut adanya dugaan upaya sistematis untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah. Ia menilai sejumlah akun provokatif di media sosial mulai mengangkat isu BoP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan politik tertentu.

Antoni juga menyinggung peristiwa yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Ia menduga terdapat upaya pembungkaman demokrasi melalui operasi tertentu.