BERITA TERKINI
Forum Perempuan Pengusaha Soroti Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Forum Perempuan Pengusaha Soroti Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi sejumlah negara dinilai tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk menemukan peluang dan mendorong transformasi. Pandangan tersebut mengemuka dalam forum “Prosperitea Vol. 4: Global Crisis and Its Opportunity” yang diselenggarakan Dhanavinya di Jakarta pada akhir April, dengan menghadirkan sejumlah tokoh perempuan lintas sektor.

Ketidakpastian ekonomi global saat ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tekanan geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda. International Monetary Fund (IMF) melalui laporan World Economic Outlook memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat ke kisaran 3,1% pada 2026, lebih rendah dibanding rata-rata historis sebelum pandemi.

Sejumlah lembaga global disebut masih mempertahankan proyeksi tersebut di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berkembang. Sementara itu, World Bank mengingatkan tekanan dari sektor energi berpotensi tetap menjadi faktor signifikan yang memengaruhi inflasi, terutama di negara berkembang, dan dapat berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

Dalam konteks tersebut, Dhanavinya—sebuah forum yang mewadahi perempuan pengusaha dari berbagai bidang—menekankan pentingnya kolaborasi sebagai strategi menghadapi situasi krisis. Forum ini memiliki visi membangun kerja sama antarpelaku usaha perempuan agar dapat berkembang dari capaian sukses menuju dampak yang lebih signifikan.

“Secara berkala kami mengadakan dialog & kolaborasi untuk mengembangkan kapasitas diri. Kami juga menyediakan program mentoring, coaching & konsultasi bisnis,” kata Esra Manurung, didampingi dua sahabat pendiri Dhanavinya lainnya, Lanny Sutiarto dan Ailing Yang.

Menurut mereka, kerja sama menjadi kunci untuk memperluas dampak. “Kami percaya berkolaborasi jalan untuk dampak signifikan, bukan bersaing,” ujarnya.