BERITA TERKINI
Forum Perempuan Dhanavinya Bahas Peluang di Tengah Ketidakpastian Global

Forum Perempuan Dhanavinya Bahas Peluang di Tengah Ketidakpastian Global

Forum perempuan pengusaha Dhanavinya menyoroti peluang yang dapat muncul di tengah krisis dan ketidakpastian global. Dhanavinya dikenal sebagai wadah kolaborasi lintas sektor bagi perempuan pengusaha untuk saling belajar dan berkembang melalui berbagai program penguatan kapasitas.

Melalui kegiatan rutin, forum ini menggelar dialog dan kolaborasi, sekaligus menyediakan program mentoring, coaching, serta konsultasi bisnis bagi para anggotanya. “Secara berkala kami mengadakan dialog dan kolaborasi untuk mengembangkan kapasitas diri. Kami juga menyediakan program mentoring, coaching dan konsultasi bisnis. Kami percaya berkolaborasi jalan untuk dampak signifikan, bukan bersaing,” kata Esra Manurung bersama dua pendiri lainnya, Lanny Sutiarto dan Ailing Yang, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (4/5/2026).

Ketiga pendiri tersebut disebut memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di dunia bisnis. Pengalaman itu menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang menekankan kolaborasi, bukan semata kompetisi. Forum ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai perspektif lintas sektor, dengan diskusi yang tidak hanya membahas tantangan global, tetapi juga langkah konkret untuk meresponsnya secara adaptif.

Dalam forum tersebut, Ailing Yang menekankan pentingnya cara pandang dalam menghadapi krisis global. Menurutnya, ketidakpastian dapat membuka ruang bagi individu yang mampu melihat peluang secara berbeda. “Krisis global bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dipahami. Di setiap ketidakpastian, selalu ada ruang untuk bertumbuh bagi mereka yang mampu melihat peluang dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Ailing juga menyoroti bahwa kekuatan untuk menghadapi tekanan dinilai berasal dari dalam diri, termasuk kejelasan tujuan dan keberanian mengambil langkah. Pandangan ini menegaskan bahwa transformasi tidak selalu ditentukan faktor eksternal, melainkan turut dipengaruhi kesiapan mental dan pola pikir adaptif dalam menghadapi dinamika global.

Sementara itu, narasumber utama Erita Yohan melihat peluang besar di sejumlah sektor, seperti pangan sehat, kesehatan, energi, dan ekonomi digital. Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi faktor paling menentukan dalam situasi yang terus berubah. “Bukan yang paling kuat yang bertahan, tetapi yang paling cepat beradaptasi. Di balik krisis, selalu ada peluang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan,” kata Erita.

Erita juga menekankan pentingnya kemandirian, termasuk dalam aspek finansial dan pengembangan keterampilan. Ia menyebut perempuan memiliki keunggulan seperti ketelitian dan intuisi yang dapat menjadi modal dalam menghadapi ketidakpastian.

Secara umum, para pembicara sepakat bahwa kondisi global saat ini dapat menjadi momentum refleksi. Dengan kembali pada nilai dan tujuan jangka panjang, individu maupun organisasi dinilai dapat menyusun langkah yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan.