BERITA TERKINI
Forum Pemimpin BUMD DKI Dorong Sinergi untuk Perkuat Peran Ekonomi Jakarta Kota Global

Forum Pemimpin BUMD DKI Dorong Sinergi untuk Perkuat Peran Ekonomi Jakarta Kota Global

Seluruh jajaran komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta dipertemukan dalam BUMD Leaders Forum yang diinisiasi Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta bersama Bank Jakarta. Forum ini mengusung tema “Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City”.

Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Desember 2025. Menurut dia, fokus utama forum diarahkan pada penguatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta kapasitas pembiayaan untuk pembangunan Jakarta.

“Selain menyelaraskan visi, forum ini juga mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta dan sinergi penjaminan melalui Jamkrida Jakarta hingga optimalisasi aset BUMD,” ujar Syaefuloh, Sabtu (18/4).

Dalam rangkaian BUMD Leaders 2026, forum membahas tiga topik diskusi strategis. Topik pertama menyoroti akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing serta sinergi pembiayaan untuk Triwulan I 2026. Syaefuloh menyampaikan telah dilakukan penandatanganan fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.

Topik kedua membahas optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis. Pokok pembahasan antara lain penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta serta optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta melalui PT Jamkrida Jakarta.

Sementara itu, topik ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas aset strategis sebagai pendorong investasi dan sumber pendapatan baru. Sejumlah peluang yang dibahas mencakup pengembangan properti seperti hotel, hunian mixed-use, dan park and ride, serta pengembangan infrastruktur seperti pengolahan air limbah, distribusi, dan pengolahan pangan.

Menutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta. Syaefuloh menyatakan optimistis konsolidasi yang kuat serta pembangunan budaya perusahaan yang profesional akan memperkuat ketahanan BUMD dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Dengan komitmen melalui Collaboration Charter, BUMD diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan berperan aktif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya kolaborasi di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino yang berdampak pada stabilitas ekonomi daerah. Ia berharap dalam satu tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi, seraya menilai sejumlah BUMD Jakarta kini tidak lagi hanya menjadi pemain lokal, seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, dan Dharma Jaya.