BERITA TERKINI
Forum Bisnis dan Investasi Ternate–Tidore 2026 Digelar di Jakarta, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Biru

Forum Bisnis dan Investasi Ternate–Tidore 2026 Digelar di Jakarta, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Biru

Ternate dan Tidore disebut sebagai dua simpul penting dalam sejarah ekonomi dunia, terutama melalui peran Jalur Rempah yang pernah menghubungkan arus perdagangan global Timur dan Barat. Warisan tersebut dinilai masih relevan sebagai fondasi untuk membangun kembali peran kawasan ini dalam konteks ekonomi global saat ini.

Selain kekuatan historis, kedua kota memiliki modalitas lain berupa posisi strategis di kawasan timur Indonesia yang terhubung dengan jaringan ekonomi maritim Pasifik, serta potensi kelautan dan perikanan. Kekayaan budaya yang tumbuh dari sejarah kesultanan dan Jalur Rempah juga dipandang menghadirkan identitas kuat sekaligus peluang pengembangan ekonomi berbasis warisan dan pariwisata.

Namun, tantangan utama yang disorot adalah bagaimana mengoptimalkan potensi tersebut agar menghasilkan nilai tambah lebih besar. Ketergantungan pada komoditas mentah masih membatasi kontribusi ekonomi, sementara pasar global menunjukkan kebutuhan yang meningkat terhadap produk olahan, rantai pasok yang efisien, dan praktik usaha yang memperhatikan keberlanjutan.

Dalam konteks itu, Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyelenggarakan Business and Investment Forum Kota Ternate dan Kota Tidore 2026 di Jakarta. Forum yang digelar pada 24 April 2026 ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon mitra investasi untuk mengeksplorasi peluang kerja sama secara terbuka dan terarah.

Penyelenggara menyatakan forum tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan peluang investasi di Ternate dan Tidore kepada calon mitra dari dalam maupun luar negeri, sekaligus membuka dialog konstruktif antara pemilik proyek dan pihak yang berminat berpartisipasi. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga penyediaan informasi yang dinilai memadai untuk mendukung proses penjajakan kerja sama.

Secara spesifik, forum ini menargetkan terjadinya pertemuan yang relevan antara proyek yang ditawarkan dan calon investor yang sesuai, sehingga membuka kemungkinan tindak lanjut dalam bentuk kemitraan. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi dan pengembangan ekonomi berbasis kelautan, sekaligus membangun kepercayaan terhadap Ternate dan Tidore sebagai kawasan yang terbuka bagi kolaborasi investasi berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, fokus pengembangan diarahkan pada peluang investasi bernilai tinggi dan berkelanjutan, dengan tiga sektor utama. Pertama, hilirisasi pertanian dan perikanan melalui penguatan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan. Ruang pengembangan meliputi industri pengolahan dan pengalengan hasil laut, pengolahan rempah serta pangan organik berorientasi pasar ekspor, serta penguatan rantai pasok terintegrasi dengan dukungan teknologi, dengan perhatian pada efisiensi produksi, pemanfaatan energi, dan prinsip industri berkelanjutan.

Kedua, pengembangan ekonomi biru dan keberlanjutan pesisir melalui pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir dengan menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kondisi ekosistem. Peluang investasi disebut mencakup pariwisata bahari berbasis konservasi, rehabilitasi kawasan pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang, serta pengelolaan kawasan konservasi yang memungkinkan pemanfaatan secara terbatas dan bertanggung jawab.

Ketiga, kolaborasi investasi berbasis dampak (impact investment) yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga dampak seperti transfer pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta penguatan keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai nilai yang lebih luas. Skema yang disebut terbuka mencakup Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri, dengan penekanan pada kerja sama jangka menengah dan panjang yang saling menguntungkan.

Forum ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan “Discover the Natural Treasure Ternate Tidore”. Dalam rangkaian tersebut, kedua kota menegaskan arah transformasi dari pengiriman bahan mentah menuju hilirisasi komoditas unggulan seperti pala dan cengkeh, dengan tujuan menciptakan nilai tambah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Sejumlah proyek strategis, mulai dari pembangunan industri pengolahan ikan hingga pengembangan ekowisata bahari, dipresentasikan dalam forum. Ketua Umum APEKSI turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut sebagai contoh kolaborasi antar-pemerintah kota dalam mendorong investasi daerah. Penyelenggara berharap forum ini dapat menjadi langkah awal menuju kemitraan yang lebih konkret antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.