Industri otomotif China dinilai berkembang pesat dari sisi teknologi, kualitas, dan kapasitas produksi. Di tengah tren tersebut, Ford disebut mulai mempertimbangkan kemungkinan kerja sama dengan pabrikan asal Tiongkok untuk memproduksi kendaraan di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Ford telah dipandang bersikap realistis terhadap perubahan peta persaingan global. Perusahaan ini disebut berpotensi menjalin kerja sama dengan pabrikan Tiongkok di Eropa, termasuk membuka kemungkinan produksi kendaraan di pabrik Valencia, Spanyol. Kini, pendekatan serupa dilaporkan mulai dijajaki untuk pasar AS.
Berdasarkan laporan Bloomberg, CEO Ford Jim Farley disebut membahas ide tersebut dengan anggota kabinet Presiden Donald Trump dalam waktu dekat. Farley dilaporkan berbicara dengan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer, Menteri Transportasi Sean Duffy, serta Administrator Environmental Protection Agency (EPA) Lee Zeldin.
Usulan yang dibicarakan itu disebut akan melibatkan produsen mobil Tiongkok untuk membentuk usaha patungan (joint venture) dengan produsen AS. Struktur yang diusulkan menempatkan perusahaan mobil AS sebagai pemegang saham pengendali, yang diklaim dapat memberi perlindungan bagi produsen domestik. Dalam skema tersebut, keuntungan dan teknologi akan dibagi di antara para mitra.
Di sisi lain, Geely—produsen otomotif asal Tiongkok—telah mengumumkan rencana memulai produksi kendaraannya di AS dalam beberapa waktu ke depan. Geely diketahui memiliki sejumlah merek global, termasuk Lotus Cars, Polestar, dan Volvo Cars, sehingga membuka kemungkinan produksi dilakukan dengan label merek-merek tersebut.
Pabrik Volvo di South Carolina, yang saat ini memproduksi sedan S60 serta model listrik EX90, disebut berpeluang menjadi basis produksi. Namun, belum ada kejelasan apakah kendaraan yang diproduksi nantinya akan menggunakan label Geely atau merek lain.
Perkembangan ini muncul di tengah dinamika baru industri otomotif Amerika Utara. Disebutkan pula adanya kesepakatan antara produsen mobil China dan pemerintah Kanada untuk membawa mobil listrik ke Kanada paling cepat tahun ini.
Kesepakatan tersebut disebut memungkinkan masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan Tiongkok ke Kanada dengan tarif 6,1 persen, sekaligus diharapkan membentuk kerangka kerja usaha patungan yang serupa dengan usulan yang dibahas di AS.

