Militer Filipina menyatakan telah menggelar latihan gabungan dengan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut China Selatan. Latihan ini menegaskan kerja sama trilateral Manila, Tokyo, dan Washington di tengah meningkatnya tindakan koersif China di kawasan tersebut.
Menurut para pejabat, latihan yang berlangsung selama dua hari sejak Jumat itu menjadi latihan tiga arah pertama yang melibatkan ketiga negara di Laut China Selatan sejak Maret. Kegiatan tersebut disebut menunjukkan koordinasi operasional di perairan yang kian didominasi oleh China.
Dalam pernyataan yang bertepatan dengan pengumuman latihan tersebut, China mengatakan pihaknya juga melakukan patroli selama dua hari hingga Sabtu. Beijing menuding Filipina merusak stabilitas regional dengan melibatkan kekuatan eksternal.
Ketegangan di kawasan dilaporkan meningkat setelah Beijing pada Rabu menyatakan telah menyetujui pembentukan cagar alam nasional di Scarborough Shoal. Lokasi itu berada di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina, dan langkah tersebut dikritik keras oleh Manila.
Duta Besar Jepang untuk Filipina, Kazuya Endo, menulis di media sosial bahwa putusan arbitrase 2016 yang menolak klaim Beijing harus dihormati. Pernyataan itu kembali menegaskan dukungan Tokyo terhadap posisi Manila dalam sengketa Laut China Selatan.
Sebelumnya, pada Selasa, Jepang dan Filipina juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang peralatan dan teknologi pertahanan, dalam langkah yang dipandang sebagai upaya menghadapi manuver China di perairan terdekat.

