Depok — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menempati peringkat ke-4 dunia dalam daftar 30 sekolah bisnis ekonomi Islam terbaik tahun 2026, sekaligus menjadi yang terbaik di Indonesia.
Pemeringkatan tersebut dirilis oleh DinarStandard dan diberitakan oleh Salaam Gateway pada Selasa (31/3). FEB UI meraih skor 75,3 dan berada di jajaran institusi global terkemuka.
Dekan FEB UI Yulianti Abbas menyampaikan capaian ini merupakan hasil komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga kualitas pendidikan dan riset di bidang ekonomi dan keuangan Islam. Ia menekankan penerapan nilai-nilai Islamic Excellence (ISLEX) yang berfokus pada integritas, karakter, dan keunggulan akademik.
“Kami percaya bahwa penerapan nilai-nilai Islamic Excellence (ISLEX), yang menekankan integritas, karakter, dan keunggulan akademik, menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang mampu berkontribusi di tingkat global,” ujar Yulianti pada Rabu.
Dalam daftar tersebut, International Center for Education in Islamic Finance (INCEIF) dari Malaysia menempati peringkat pertama, disusul Durham University di posisi kedua dan Universiti Malaya di posisi ketiga. FEB UI berada tepat di bawah ketiga institusi itu.
Di tingkat nasional, FEB UI berada di posisi teratas. Peringkat kedua di Indonesia ditempati Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), yang berada di peringkat ke-14 dunia.
Yulianti menambahkan, FEB UI terus memperkuat implementasi nilai-nilai ISLEX melalui program akademik, kolaborasi internasional, serta kontribusi riset berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperluas jejaring global mahasiswa dan dosen, sehingga mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Pemeringkatan ini turut menjadi indikator meningkatnya daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global, khususnya dalam bidang ekonomi Islam. Pengakuan internasional terhadap FEB UI juga dinilai menunjukkan bahwa kontribusi akademisi dan praktisi dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah semakin mendapat perhatian luas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi Islam dunia.