BERITA TERKINI
Ekspor China Tembus US$3,8 Triliun pada 2025, Jauh Ungguli AS dalam Perdagangan Barang

Ekspor China Tembus US$3,8 Triliun pada 2025, Jauh Ungguli AS dalam Perdagangan Barang

Perdagangan global saat ini didominasi oleh sejumlah negara eksportir besar, dengan kesenjangan skala yang terlihat mencolok. China tercatat mengekspor hampir US$3,8 triliun barang pada 2025, mempertahankan posisi teratas jauh di atas Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain.

Nilai ekspor China mencapai US$3,772 triliun, hampir dua kali lipat dibanding ekspor AS. Capaian ini menegaskan dominasi China dalam manufaktur dan perdagangan barang lintas negara. Seiring perannya sebagai pusat produksi global, tidak ada negara yang mengirim barang ke luar negeri lebih banyak daripada China saat ini.

Dominasi tersebut tidak terlepas dari model pertumbuhan berbasis ekspor yang dibangun sejak liberalisasi ekonomi bertahap pada akhir 1970-an dan 1980-an. Dalam periode itu, China mengembangkan kapasitas produksi dan memperluas akses pasar, hingga mendapat julukan sebagai “pabrik dunia”.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor China juga ditopang oleh berbagai perjanjian perdagangan bebas, termasuk dengan Australia, Pakistan, Korea Selatan, serta blok ASEAN. Dengan jaringan perdagangan tersebut, China kini menjadi mitra dagang terbesar bagi lebih dari setengah negara di dunia.

Di sisi lain, meski dikenal sebagai pasar impor terbesar di dunia, AS tetap menjadi eksportir utama dengan nilai ekspor lebih dari US$2,2 triliun. Produk yang diekspor AS beragam, mulai dari mobil, minyak, kedelai, hingga produk medis.

Mitra dagang utama AS antara lain Kanada, Meksiko, China, Jerman, dan Jepang. Rantai pasok di kawasan Amerika Utara juga disebut saling terintegrasi. Dalam industri otomotif, misalnya, komponen kendaraan dapat bolak-balik melintasi perbatasan AS–Kanada atau AS–Meksiko hingga 6–8 kali sebelum kendaraan selesai dirakit.

Selain dua raksasa dagang tersebut, Eropa secara kolektif menyumbang porsi besar ekspor dunia. Sejumlah pusat perdagangan berukuran relatif kecil seperti Belanda dan Uni Emirat Arab (UEA) juga tercatat memiliki kinerja ekspor yang menonjol dibanding ukuran ekonominya.

Negara-negara Teluk turut masuk jajaran eksportir besar berkat cadangan hidrokarbon. Arab Saudi mencatat ekspor senilai US$311 miliar, sementara UEA mencapai US$707 miliar. Produk minyak menjadi komponen utama ekspor: hampir 75% dari total ekspor Arab Saudi dan lebih dari 50% ekspor UEA, jauh lebih tinggi dibanding porsi produk minyak dalam ekspor AS yang kurang dari 20%.