BERITA TERKINI
Ekonomi China Tumbuh 5 Persen pada Kuartal I 2026, Ekspor Kuat namun Konsumsi Masih Lemah

Ekonomi China Tumbuh 5 Persen pada Kuartal I 2026, Ekspor Kuat namun Konsumsi Masih Lemah

Ekonomi China mencatat pertumbuhan 5 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Capaian ini lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang sebelumnya memproyeksikan ekspansi 4,8 persen, sekaligus meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,5 persen pada kuartal terakhir 2025.

Kinerja awal tahun tersebut ditopang oleh ekspor yang solid, yang membantu menutupi lemahnya permintaan domestik. Aktivitas industri menjadi salah satu pendorong utama, dengan output industri naik 6,1 persen dan sektor manufaktur teknologi tinggi melesat 12,5 persen.

Sejumlah produk teknologi mencatat pertumbuhan dua digit, di antaranya semikonduktor, robot industri, baterai lithium, dan printer 3D. Tren ini mencerminkan pergeseran industri China menuju sektor berteknologi lebih maju dan bernilai tambah tinggi.

Meski demikian, ketimpangan antara kuatnya produksi dan lemahnya konsumsi dalam negeri masih menjadi perhatian. Penjualan ritel hanya tumbuh 2,4 persen pada kuartal pertama, sementara sektor otomotif mengalami penurunan hingga 9,1 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan pemulihan daya beli masyarakat belum sepenuhnya stabil, meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus untuk mendorong konsumsi.

Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik global seperti Perang Iran mulai membayangi prospek pertumbuhan ke depan. Konflik ini berpotensi mendorong kenaikan biaya energi dan produksi serta menekan permintaan global. Sejumlah analis menilai dampak penuh konflik kemungkinan baru terlihat dalam beberapa bulan mendatang, sehingga kinerja kuat pada awal tahun belum tentu mencerminkan ketahanan jangka panjang.

Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan China dinilai akan bergantung pada kemampuan memperkuat konsumsi domestik dan investasi, sekaligus menghadapi tekanan eksternal. Ekspor masih menjadi penopang utama saat ini, namun ketergantungan yang terlalu besar dapat menjadi risiko jika permintaan global melemah. Dengan target pertumbuhan 4,5 hingga 5 persen pada 2026, China menghadapi tantangan menjaga momentum di tengah ketidakpastian ekonomi global.