BERITA TERKINI
Ekonom dan Staf Khusus Presiden Jokowi Arif Budimanta Meninggal Dunia, Pemerintah Respons Tuntutan 17+8, dan Arus Kendaraan di Tol MBZ Naik

Ekonom dan Staf Khusus Presiden Jokowi Arif Budimanta Meninggal Dunia, Pemerintah Respons Tuntutan 17+8, dan Arus Kendaraan di Tol MBZ Naik

Ekonom Indonesia yang juga Staf Khusus Bidang Ekonomi pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Arif Budimanta, meninggal dunia pada Sabtu, 6 September 2025. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga.

Dalam informasi keluarga, disebutkan Arif Budimanta berpulang pada pukul 00.06 WIB di Jakarta. Keluarga juga menyampaikan bahwa jenazah dibawa ke rumah duka di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan merespons tuntutan masyarakat yang dikenal sebagai tuntutan 17+8. Ia menyatakan pemerintah menjamin setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan didengar dan menjadi bahan perbaikan ke depan.

“Pemerintah menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun saat bertemu langsung, termasuk tuntutan yang berkembang belakangan ini (17+8),” kata Budi dalam keterangan yang diterima pada Jumat, 5 September 2025.

Budi juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo bahwa suara rakyat merupakan bagian dari demokrasi yang harus didengarkan dengan hati jernih dan penuh rasa hormat. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan kementerian-kementerian di bawah koordinasinya serta lembaga terkait untuk memastikan aspirasi yang disuarakan dapat dikerjakan.

Dari sektor lalu lintas, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat sebanyak 44.939 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) pada H-1 libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni Kamis, 4 September 2025.

General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, menyebut volume tersebut meningkat 99,53 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat 22.522 kendaraan.

Pada arah sebaliknya, dari Cikampek menuju Jakarta melalui Jalan Layang MBZ, tercatat 24.158 kendaraan melintas. Angka ini naik 15,38 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 20.938 kendaraan.

Seiring tingginya volume kendaraan, pengguna jalan diimbau mengutamakan keselamatan, memastikan pengemudi dan kendaraan dalam kondisi prima, serta memastikan kecukupan daya dan bahan bakar.