BERITA TERKINI
Dubes RI: Terbitnya "Gadis Kretek" Versi Korea Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Sastra

Dubes RI: Terbitnya "Gadis Kretek" Versi Korea Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Sastra

Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan menyatakan peluncuran novel Gadis Kretek dalam bahasa Korea menjadi langkah untuk memperkuat diplomasi budaya melalui literatur, sekaligus memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia kepada publik Korea.

“Penerbitan Gadis Kretek dalam bahasa Korea bukan sekadar penerjemahan sebuah novel, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea,” kata Cecep dalam peluncuran novel tersebut di Seoul, Korea, Kamis (12/3), sebagaimana dikutip dalam siaran pers KBRI Seoul.

Cecep menilai Indonesia dan Korea selama ini telah menikmati hubungan ekonomi dan diplomatik yang kuat. Namun, melalui kisah seperti Gadis Kretek, kedua negara dinilai dapat lebih memahami nilai, sejarah, serta kehidupan masyarakat masing-masing.

Peluncuran novel Gadis Kretek diselenggarakan HansaeYes24 Foundation dalam rangkaian Southeast Asian Literature Series, sebuah inisiatif untuk memperkenalkan karya sastra dari negara-negara Asia Tenggara kepada pembaca Korea. Melalui seri tersebut, sejumlah karya sastra pilihan dari kawasan Asia Tenggara diterjemahkan ke dalam bahasa Korea agar dapat diakses masyarakat luas.

Duta Besar RI juga menyampaikan apresiasi kepada HansaeYes24 Foundation atas komitmennya memperkenalkan karya sastra Asia Tenggara kepada masyarakat Korea.

Chairperson HansaeYes24, Baek Soomi, mengatakan sastra Asia Tenggara memiliki nilai penting untuk memperkaya dialog budaya di Korea. “Di saat K-Culture mendapat perhatian besar dari dunia, Korea juga perlu membuka diri terhadap berbagai karya sastra dari budaya lain,” ujarnya.

Menurut Baek, pertukaran budaya melalui literatur dapat memperluas perspektif pembaca sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya. Ia berharap penerbitan Gadis Kretek dapat meningkatkan apresiasi terhadap sastra Asia Tenggara di Korea serta memperkuat jembatan budaya antara kedua kawasan.

Gadis Kretek menjadi karya sastra Indonesia kedua yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh yayasan tersebut setelah novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka yang diterbitkan pada 2022.

Penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala, menyebut inspirasi utama novel itu berasal dari almarhum kakeknya yang dahulu merupakan pengusaha kretek di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kisah ini semakin dikenal setelah diadaptasi menjadi serial Netflix dengan judul serupa pada 2023, yang memperkenalkan latar budaya dan sejarah sosial Indonesia, dibalut drama keluarga, kisah cinta, serta dinamika industri kretek Indonesia.