BERITA TERKINI
Dua Diaspora Indonesia di Taiwan Raih Penghargaan CTFP Indonesia Card of Honor 2025

Dua Diaspora Indonesia di Taiwan Raih Penghargaan CTFP Indonesia Card of Honor 2025

Dua diaspora Indonesia yang berkiprah di Taiwan, Tony Thamsir dan Grace Jonwilin, dianugerahi 100 Celebrity Talk for Para Athletes (CTFP) Indonesia Card of Honor 2025. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh berpengaruh di berbagai bidang—mulai dari bisnis, olahraga, musik, mode, perfilman, hingga advokasi sosial—yang dinilai berkontribusi mendukung atlet penyandang disabilitas dan gerakan paralimpiade.

Tony Thamsir menerima penghargaan kategori Advokat Persahabatan. Ia dikenal sebagai presenter multibahasa dan konsultan media yang aktif menjembatani hubungan antara Taiwan, Indonesia, dan komunitas internasional.

Sementara itu, Grace Jonwilin memperoleh penghargaan kategori Seniman Vokal. Grace merupakan anggota girl group Taiwan HUR+ asal Indonesia yang berkiprah di bidang musik dan seni pertunjukan.

Kepada CNA, Tony menyampaikan apresiasi kepada atlet penyandang disabilitas. Ia menyebut mereka sebagai “pahlawan sejati yang menginspirasi dunia dengan semangat dan ketangguhan yang tak terbatas.”

“Setiap langkah kalian di dalam dunia olahraga adalah bukti bahwa mimpi besar tidak mengenal batasan. Teruslah bersinar karena keberanian kalian mengubah pandangan mata dunia tentang kekuatan sejati disabilitas,” ujar Tony.

Tony Thamsir, Grace Jonwilin, serta penerima penghargaan lainnya dijadwalkan menerima penghargaan dalam International Charity Concert 100 CTFP yang diselenggarakan Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF). Berdasarkan keterangan yang diterima CNA, acara tersebut akan digelar di Sari Pacific Jakarta – Autograph Collection pada 31 Januari.

Penyelenggara menyatakan konser penyerahan penghargaan ini digelar tanpa anggaran. Seluruh pengisi acara tampil secara sukarela tanpa menerima bayaran, tidak ada penjualan tiket, dan rangkaian kegiatan bersifat amal sebagai pesan dukungan kepada masyarakat.

Melalui musik dan advokasi para figur publik, acara ini bertujuan menyampaikan semangat, dorongan, dan dukungan bagi atlet penyandang disabilitas di seluruh dunia. Tiga pesan utama yang ditekankan adalah nilai kesetaraan, martabat, dan inspirasi, sebagaimana dicanangkan Presiden Komite Paralimpiade Internasional, Andrew Parsons.

MMLWF merupakan yayasan yang didirikan berdasarkan pesan terakhir Maria Monique, seorang anak yang menderita infeksi paru-paru akibat bakteri ganas. Sebelum wafat pada 2006, Maria Monique berpesan kepada ibunya, Natalia Tjahja, untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak kurang beruntung di seluruh dunia.

Sebelumnya, pada 2017, Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia pernah bekerja sama dengan MMLWF dengan mengundang tiga anak dari yayasan tersebut serta Michael Anthony, seorang jenius musik tunanetra. Dalam kegiatan itu, para peserta diperkenalkan dengan Taiwan melalui cerita, pembuatan lampion, lagu, dan makanan.