BERITA TERKINI
Dosen Unhas Nilai Konflik AS-Iran Berisiko Guncang Ekonomi Global dan Indonesia

Dosen Unhas Nilai Konflik AS-Iran Berisiko Guncang Ekonomi Global dan Indonesia

MAKASSAR — Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi meningkatkan risiko ekonomi global dan memberi dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Penilaian itu disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Muhammad Syarkawi Rauf, dalam seminar nasional di Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (17/4/2026).

Seminar bertajuk “Konflik Amerika Serikat-Iran dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Ekonomi Global Serta Indonesia” tersebut dihadirkan Unibos bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan itu diikuti sekitar 500 mahasiswa Unibos dan turut dihadiri Founder Bosowa, Aksa Mahmud, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unibos Prof Muhlis Ruslan, jajaran wakil rektor, dan tamu undangan.

Seminar yang dimoderatori Ahmad Jumarding berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan setelah sesi pemaparan.

Dalam paparannya, Syarkawi menyebut lembaga internasional telah memproyeksikan peningkatan tensi risiko ekonomi global dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi global saat ini berada dalam ketidakpastian tinggi dan akan memengaruhi Indonesia.

“Kalau global tidak pasti, Indonesia pasti terpengaruh. Risiko meningkat, suku bunga naik, dan inflasi global juga akan terdorong naik,” kata Syarkawi.

Syarkawi, yang pernah menjabat Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI periode 2015–2018, menilai konflik di Timur Tengah berpotensi mengubah tatanan global. Ia menyebut kemungkinan munculnya kekuatan baru di bidang keamanan dan politik internasional, sehingga dominasi Amerika Serikat tidak lagi seperti sebelumnya.

Ia juga mengingatkan, jika konflik berlanjut, dampaknya dapat menjadi serius terhadap ekonomi nasional, khususnya dari sisi fiskal. “Kalau perang ini berlangsung sampai Juni, ekonomi kita bisa bermasalah, terutama fiskal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syarkawi turut menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah untuk menghadapi situasi tersebut.