BERITA TERKINI
Dolar AS Melemah, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp 16.775–Rp 16.925 pada Senin

Dolar AS Melemah, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp 16.775–Rp 16.925 pada Senin

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot naik 0,45% secara harian ke level Rp 16.820 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI) juga mencatat penguatan rupiah sebesar 0,38% secara harian ke Rp 16.838 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan penguatan rupiah pada Jumat ditopang membaiknya sentimen pasar setelah kabar terkait tarif Greenland dibatalkan, yang mendorong suasana risk-on di pasar keuangan. Kondisi ini turut tercermin dari apresiasi sejumlah mata uang Asia pada hari yang sama.

Meski menguat di akhir pekan, Josua menilai pergerakan rupiah sepanjang pekan cenderung dinamis. Pada awal pekan, rupiah sempat melemah hingga Rp 16.950 per dolar AS, yang disebut sebagai level terlemah sepanjang sejarah, dipicu kekhawatiran investor mengenai independensi BI serta pelebaran defisit APBN.

Josua menambahkan, pelemahan rupiah juga berkaitan dengan sentimen risk-off yang muncul akibat ancaman tarif AS terhadap Uni Eropa. Namun, sentimen tersebut mulai mereda setelah pengumuman rapat dewan gubernur (RDG) BI dan penarikan kebijakan tarif oleh Donald Trump. Pasar juga menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 27–28 Januari 2026.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan penguatan rupiah pada penutupan Jumat turut didukung melunaknya sikap Trump terkait Greenland, serta pernyataan komitmen BI untuk melakukan intervensi.

Meski demikian, Lukman menilai rupiah belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Menurutnya, situasi geopolitik seputar Greenland masih belum pasti, dan kekhawatiran defisit anggaran menembus 3% tetap menjadi perhatian pasar.

Dengan minimnya rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri, Lukman memperkirakan perkembangan geopolitik selama akhir pekan akan banyak menentukan arah rupiah pada perdagangan Senin (26/1/2026). Ia memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 16.800–Rp 16.900 per dolar AS. Adapun Josua memperkirakan rupiah berada pada kisaran Rp 16.775–Rp 16.925 per dolar AS.