Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Selatan mencatat perekonomian daerah menunjukkan tren positif. Dalam publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan, neraca perdagangan Kalimantan Selatan hingga Desember 2025 membukukan surplus sebesar US$1.105,11 juta.
Kepala DJPb Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, mengatakan surplus tersebut naik 4,72 persen secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan surplus sejalan dengan kinerja ekspor pada Desember 2025 yang tercatat sebesar US$1.229,17 juta, sementara nilai impor berada di angka US$124,06 juta.
Dari sisi harga, inflasi Kalimantan Selatan pada Desember 2025 tercatat 3,66 persen secara tahunan (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,06. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada pada level 2,92 persen. Secara bulanan (month-to-month), inflasi Kalimantan Selatan mencapai 0,76 persen, juga melampaui inflasi nasional sebesar 0,64 persen.
Menurut Catur, tekanan inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas. Meski demikian, laju inflasi relatif tertahan oleh kontribusi deflasi dari komoditas.
Secara makro, kinerja ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan III 2025 tetap solid dengan pertumbuhan 5,19 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,04 persen.

