SAMARINDA – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur dinilai tidak hanya ditentukan oleh jenjang pendidikan formal, tetapi juga oleh kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan berdiplomasi.
Anggota MPR RI/DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, mengatakan kualitas SDM tidak semata-mata diukur dari gelar akademik. Menurutnya, pendidikan tinggi belum tentu mencerminkan kualitas seseorang jika tidak disertai kemampuan berpikir, komunikasi, dan kemampuan meyakinkan orang lain melalui argumentasi yang kuat.
“SDM itu bukan hanya dilihat dari jenjang pendidikannya. Kadang-kadang ada yang sudah S2 atau S3, tapi belum tentu kualitasnya baik. Sebaliknya, ada juga yang mungkin hanya S1 atau bahkan lulusan SMA, tetapi memiliki kemampuan berpikir dan berkomunikasi yang baik,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menilai diplomasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda saat ini. Diplomasi dipahami sebagai kemampuan menyampaikan gagasan, pandangan, atau kepentingan secara bijak, terstruktur, dan persuasif agar dapat dipahami serta diterima pihak lain tanpa memicu konflik.
Menurutnya, kemampuan tersebut dibutuhkan karena dalam berbagai situasi seseorang tidak hanya dituntut mampu berbicara, tetapi juga mampu meyakinkan pihak lain dengan argumentasi yang jelas dan logis.
Aji Mirni mencontohkan pengalamannya saat memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia menyebut komunikasi yang baik dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mendorong perubahan dan perbaikan pelayanan. “Dalam menyampaikan gagasan tidak cukup hanya dengan data, tetapi juga harus mampu meyakinkan para pemangku kepentingan mengenai arah dan tujuan yang ingin dicapai,” katanya.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif mengikuti forum diskusi dan memperluas wawasan agar terbiasa bertukar gagasan serta menyampaikan pendapat secara konstruktif. Menurutnya, forum diskusi dapat menjadi ruang untuk meningkatkan literasi, memperkaya perspektif, sekaligus melatih kemampuan komunikasi.
“Forum diskusi penting untuk menambah wawasan dan literasi. Tidak hanya sekadar melatih public speaking, tetapi juga melatih bagaimana menyampaikan gagasan dan meyakinkan orang lain dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda di Kalimantan Timur dapat terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah pada masa mendatang.

