BERITA TERKINI
DER Perkenalkan DERNOMICS untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

DER Perkenalkan DERNOMICS untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Ketegangan geopolitik global akibat konflik antara Iran dan Israel dinilai memicu guncangan terhadap stabilitas ekonomi dunia. Dampaknya terlihat pada lonjakan harga energi, gangguan jalur logistik internasional, serta meningkatnya ketidakpastian pasar global yang berpotensi memicu krisis ekonomi baru, termasuk bagi Indonesia.

Dewan Ekonomi Rakyat (DER) menilai situasi tersebut menunjukkan risiko ketergantungan pada sistem ekonomi global yang dinilai tidak stabil. Karena itu, DER menekankan pentingnya membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional berbasis kekuatan rakyat.

“Krisis global akibat konflik geopolitik dunia harus menjadi pelajaran penting bahwa bangsa Indonesia tidak boleh bergantung pada sistem ekonomi global semata. Indonesia harus membangun kekuatan ekonominya sendiri melalui sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan rakyat,” kata Ketua Umum DPN Dewan Ekonomi Rakyat A. Edi Wahyudi Y dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 9 April 2026.

Sebagai langkah strategis menghadapi potensi krisis global, DER memperkenalkan DERNOMICS, yang disebut sebagai Sistem Ekonomi Rakyat. Konsep ini mengintegrasikan kekuatan negara dan rakyat untuk membangun ekonomi nasional yang kuat, mandiri, dan berkeadilan.

Menurut Edi Wahyudi, DERNOMICS dirancang untuk mencapai dua tujuan utama pembangunan ekonomi nasional, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan memperluas pemerataan kesejahteraan. Dalam pendekatan ini, rakyat tidak hanya diposisikan sebagai konsumen, melainkan juga sebagai pemilik, produsen, dan penggerak utama ekonomi nasional.

Salah satu program utama dalam DERNOMICS adalah pembangunan Industri Rakyat Terpadu, yaitu sistem industri nasional yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir berbasis kekuatan rakyat. Program ini ditujukan untuk memperkuat sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, manufaktur rakyat, logistik nasional, serta industri berbasis sumber daya lokal.

“Dengan model ini, ekonomi nasional tidak lagi bergantung pada impor dan fluktuasi pasar global,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan DERNOMICS, DER membentuk BUMDER (Badan Usaha Milik Dewan Ekonomi Rakyat) yang berbadan hukum Koperasi Rakyat Modern. Model ini disebut memadukan kekuatan kapital melalui investasi dan industri, kekuatan sosial melalui kepemilikan rakyat, serta kekuatan negara melalui kebijakan strategis nasional.

Edi menyatakan BUMDER dirancang menjadi sistem industri rakyat yang mengintegrasikan produksi, distribusi, dan investasi rakyat dalam satu kerangka ekonomi terpadu.

Dalam tahap awal, DER juga menyiapkan program investasi rakyat sebesar Rp2.178 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan sejumlah sektor strategis, antara lain industri pangan nasional, energi rakyat, infrastruktur ekonomi rakyat, kawasan industri rakyat, dan sistem logistik nasional. Menurut DER, investasi ini ditujukan untuk membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih kuat dan berdaulat.

DER meyakini implementasi DERNOMICS dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan pangan dunia sekaligus pusat ekonomi rakyat global, dengan mengandalkan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, serta semangat gotong royong.

Menutup pernyataannya, Edi mengajak berbagai pihak—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk bersama-sama membangun kedaulatan ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat.