Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal sebagai kunci menjaga ketahanan ekonomi kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam forum ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM+3) ke-29.
Filianingsih menyatakan kewaspadaan perlu terus diperkuat melalui kebijakan domestik yang solid serta kerja sama regional. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai dinamika dan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi kawasan.
Dalam konteks penguatan stabilitas keuangan regional, Filianingsih menilai Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar utama jaring pengaman keuangan kawasan. Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan CMIM agar semakin adaptif dan responsif menghadapi berbagai tantangan.
AFMGM+3 merupakan forum tahunan yang mempertemukan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara ASEAN+3 untuk membahas perkembangan ekonomi global dan regional, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan di kawasan.
Penguatan kerja sama keuangan regional dalam pertemuan ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pertemuan tersebut mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process sebagai panduan kolaborasi jangka menengah hingga panjang. Dokumen ini ditujukan untuk mempererat sinergi antar inisiatif yang telah berjalan serta membuka ruang pengembangan area kerja sama baru agar ASEAN+3 Finance Process mampu merespons dinamika perekonomian.
Selain itu, forum mendorong penguatan dan peningkatan efektivitas CMIM sebagai jaring pengaman keuangan regional yang melengkapi Global Financial Safety Net (GFSN).
AFMGM+3 ke-29 dipimpin oleh Co-Chairs Filipina dan Jepang. Pertemuan dihadiri seluruh negara anggota ASEAN bersama Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, serta perwakilan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), Asian Development Bank (ADB), Sekretariat ASEAN, dan International Monetary Fund (IMF). Pertemuan tahun ini juga diikuti Timor-Leste yang mulai bergabung dalam ASEAN.
Forum turut mengapresiasi peran strategis AMRO yang selama 10 tahun terakhir berperan sebagai penasihat kebijakan regional dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan. Selanjutnya, Singapura dan Korea akan bertindak sebagai Co-Chairs AFMGM+3 ke-30 pada tahun 2027.