BERITA TERKINI
Delegasi Indonesia Soroti Pentingnya Penguatan Kerja Sama ASEAN–China untuk Kelola Eskalasi di Laut China Selatan

Delegasi Indonesia Soroti Pentingnya Penguatan Kerja Sama ASEAN–China untuk Kelola Eskalasi di Laut China Selatan

Sebuah dialog yang diikuti lebih dari 150 think tank China–ASEAN membahas sejumlah isu strategis, termasuk respons ASEAN terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap China serta situasi terkini Laut China Selatan pada 2025.

Perwakilan Indonesia dalam forum tersebut antara lain Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksma TNI Salim, Direktur Strategi Komunikasi dan Research Gentala Institute Christine Susana Tjhin, serta peneliti CSIS M. Habib Abiyan Dzakwan.

Dalam diskusi, mengacu pada perkembangan terbaru dan analisis geopolitik terkait persaingan kekuatan besar (great power rivalry), peserta menilai kerja sama keamanan maritim antara ASEAN dan China serta sistem manajemen krisis (crisis management) diperlukan jika intensitas konflik meningkat.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Laksma TNI Salim menyampaikan sejumlah pendekatan yang dinilai dapat diterapkan secara praktis. Menurut Salim, tantangan kerja sama ASEAN–China dalam menghadapi kebijakan Presiden Trump dapat dijawab melalui peningkatan diplomasi di seluruh saluran komunikasi antara ASEAN dan China, penguatan perjanjian perdagangan, kerja sama ekonomi, diversifikasi pasar, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menanggapi pertanyaan mengenai kerja sama keamanan maritim di Laut China Selatan, Salim mengatakan langkah TNI Angkatan Laut dilakukan sesuai arahan dan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, serta tetap berada dalam koridor kebijakan luar negeri Indonesia.

Ia juga menyinggung kerja sama yang sudah berjalan di tingkat kawasan, seperti ASEAN Chief of Navy Meeting, serta ASEAN Coast Guard Forum yang pernah ia gagas saat berdinas di Bakamla.

Menurut Salim, kedua kerja sama keamanan maritim tersebut dapat ditingkatkan menjadi kemitraan strategis (strategic partnership) untuk mengelola eskalasi konflik, terutama dalam mencegah tubrukan maupun kecelakaan di laut, khususnya di Laut China Selatan.

Dalam forum itu, Salim turut menyampaikan konsep Maritime Security Cooperation Dynamic Control System antara China dan ASEAN. Ia menegaskan peran Indonesia sebagai pihak yang dapat mendorong solusi dalam pengelolaan konflik di Laut China Selatan.