BERITA TERKINI
China Tolak Tuduhan soal Laut China Selatan, Sebut Situasi Kawasan Tetap Stabil

China Tolak Tuduhan soal Laut China Selatan, Sebut Situasi Kawasan Tetap Stabil

Kementerian Luar Negeri China membantah tuduhan dari sejumlah negara terkait situasi di Laut China Selatan. Beijing menyebut pernyataan-pernyataan tersebut sebagai narasi palsu dan tuduhan yang tidak berdasar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pihaknya menyesalkan dan menentang keras tuduhan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (6/11).

Menurut Mao, kondisi di Laut China Timur dan Laut China Selatan secara umum tetap stabil. Ia meminta negara-negara terkait menghormati upaya negara-negara kawasan dalam menyelesaikan persoalan maritim melalui dialog dan konsultasi, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Pernyataan Mao menanggapi hasil pertemuan empat menteri pertahanan Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Filipina di Kuala Lumpur pada 1 November. Dalam pertemuan itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro, dan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. menuding tindakan China menyebabkan instabilitas dan berupaya mengubah “status quo” dengan paksaan.

Dalam kesempatan yang sama, Mao juga menolak putusan Mahkamah Arbitrase 2016 yang memenangkan Filipina dalam sengketa Laut China Selatan. Ia menyebut putusan tersebut sebagai “lelucon politik yang disamarkan sebagai proses hukum” dan menegaskan China tidak pernah menerima atau mengakuinya sejak awal.

Mao menambahkan bahwa kawasan Asia-Pasifik seharusnya menjadi wilayah kerja sama dan pembangunan, bukan ajang persaingan geopolitik. Ia juga menyatakan politik blok dan konfrontasi kelompok tidak akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan.

Sementara itu, dalam pertemuan di Kuala Lumpur, keempat menteri pertahanan menegaskan komitmen untuk menjaga Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, menegakkan hukum internasional sesuai Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), serta memperkuat kerja sama pertahanan, latihan bersama, dan pertukaran informasi.

Keempatnya juga menyampaikan dukungan berkelanjutan terhadap peran sentral ASEAN dalam membentuk masa depan kawasan. Selain itu, mereka menyatakan akan kembali fokus pada upaya bersama Australia, Jepang, Filipina, dan AS dalam pencegahan dan kesiapan operasional, serta meningkatkan kegiatan kerja sama pertahanan yang terkoordinasi.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri pertahanan juga berencana membentuk Dewan Kerja Sama Kepala Pertahanan Indo-Pasifik Australia, Jepang, Filipina, dan AS.