BERITA TERKINI
China Minta AS Hentikan Tarif Sepihak Usai Penerapan Tarif Global 10 Persen

China Minta AS Hentikan Tarif Sepihak Usai Penerapan Tarif Global 10 Persen

Pemerintah China mendesak Amerika Serikat (AS) menghentikan pemberlakuan tarif yang disebutnya bersifat “sepihak”, menyusul berlakunya tarif global baru sebesar 10 persen yang diumumkan Presiden Donald Trump.

Dalam pernyataan pada Selasa, Kementerian Perdagangan China menegaskan Beijing memiliki hak untuk “mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan hak-hak dan kepentingannya yang sah”. Meski demikian, China juga menyatakan kesiapan untuk membuka dialog baru dengan Washington.

Tarif impor 10 persen tersebut berlaku hingga 24 Juli. Kebijakan ini menggantikan “tarif resiprokal” yang sebelumnya diberlakukan AS terhadap semua mitra dagangnya, serta tarif terkait fentanil yang ditetapkan terhadap China, Kanada, dan Meksiko.

Tarif baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS pada Jumat (20/2) yang menggugurkan seluruh tarif yang diberlakukan Trump. Namun, Trump kemudian menyatakan akan menaikkan nilai tarif menjadi 15 persen, meski tidak menyebutkan waktu pelaksanaannya.

Pada Oktober lalu, Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati “gencatan” perang dagang selama satu tahun antara dua ekonomi terbesar tersebut dalam pertemuan di Korea Selatan.

Sementara itu di Taiwan, wakil kepala otoritas Cheng Li-Chiun mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan pemerintahan AS untuk memastikan industri Taiwan dapat mempertahankan manfaat kompetitif dan memperoleh perlakuan terbaik, terlepas dari perkembangan kebijakan tarif AS.

Taiwan dan Washington sebelumnya mencapai kesepakatan dagang pada Januari untuk menurunkan tarif resiprokal atas ekspor Taiwan ke AS dari 20 persen menjadi 15 persen. Dalam kesepakatan tersebut, Taiwan juga berjanji melakukan investasi langsung ke AS dengan nilai minimal 250 miliar dolar AS sebagai timbal balik.