BERITA TERKINI
Bursa Eropa Cetak Penutupan Tertinggi, Investor Cermati Perkembangan Konflik Rusia-Ukraina

Bursa Eropa Cetak Penutupan Tertinggi, Investor Cermati Perkembangan Konflik Rusia-Ukraina

Bursa saham Eropa membuka perdagangan usai libur dengan mencetak rekor penutupan baru pada Senin (29/12). Penguatan didorong kenaikan saham teknologi serta sektor berorientasi konsumen, meski laju indeks tertahan pelemahan saham pertahanan dan keuangan.

Indeks Stoxx 600 ditutup naik tipis 0,09% ke level 589,25, sekaligus menorehkan penutupan tertinggi sepanjang masa, menurut laporan Reuters pada Selasa (30/12).

Sejumlah sektor mencatatkan penguatan, termasuk teknologi, ritel, serta makanan dan minuman. Namun, sektor pertahanan dan kedirgantaraan melemah seiring pelaku pasar memantau sinyal terbaru terkait pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Ukraina.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy disebut semakin mendekati kesepakatan damai terkait konflik Rusia-Ukraina. Meski demikian, pasar tetap waspada karena isu perbatasan yang belum terselesaikan.

Di sisi lain, Rusia baru-baru ini menyatakan bahwa pihak yang mereka sebut sebagai musuh mencoba melakukan serangan di dekat kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod. Moskow menilai insiden tersebut berpotensi membuat mereka meninjau kembali posisinya dalam perundingan damai.

Secara kinerja, Stoxx 600 berada di jalur mencatatkan capaian tahunan terkuat sejak 2021. Pergerakan ini ditopang tren penurunan suku bunga, komitmen belanja fiskal, serta langkah investor mendiversifikasi portofolio dari saham teknologi Amerika Serikat.

“2025 menjadi tahun dengan dua fase bagi investor saham. Secara keseluruhan pasar bertahan dengan baik, tetapi memasuki tahun depan, ketegangan global dan prospek ekonomi yang beragam dapat memicu volatilitas harga saham yang lebih tajam,” kata Kepala Riset Ekuitas Hargreaves Lansdown, Derren Nathan.

Dalam pekan perdagangan yang dipersingkat oleh libur akhir tahun, perhatian investor juga tertuju pada risalah pertemuan terakhir Federal Reserve. Bank sentral AS tersebut memangkas suku bunga pada awal bulan ini dan memproyeksikan hanya satu kali penurunan suku bunga lagi tahun depan. Sementara itu, pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan tambahan dan mengantisipasi ketua berikutnya akan bersikap lebih dovish.