Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada Selasa (21/10), mengikuti kenaikan di Wall Street yang didorong laporan laba perusahaan yang solid serta tanda-tanda meredanya ketegangan antara Washington dan Beijing.
Kontrak berjangka saham untuk Jepang, Hong Kong, dan Australia sama-sama mengindikasikan kenaikan. Sentimen tersebut sejalan dengan penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 yang masing-masing naik lebih dari 1% pada Senin.
Indeks perusahaan China yang terdaftar di Amerika Serikat juga naik 2,4%—menjadi kinerja terbaik dalam sepekan—setelah data menunjukkan ekonomi China tumbuh di atas ekspektasi pada kuartal ketiga.
Pergerakan pasar ini mengindikasikan optimisme yang masih bersifat hati-hati mulai kembali ke pasar saham AS, seiring sejumlah laporan keuangan kuartal ketiga yang dinilai positif. Kenaikan pada Senin juga menandai reli dua hari terbaik bagi S&P 500 sejak Juni, dengan sekitar 85% perusahaan dalam indeks tersebut melaporkan laba di atas perkiraan analis.
“Puji Tuhan, musim laporan laba datang juga,” ujar Callie Cox dari Ritholtz Wealth Management. Ia menilai penutupan sementara pemerintahan AS membuat para analis “kekurangan data selama berminggu-minggu,” yang pada akhirnya “memicu kepanikan akibat pemberitaan,” tambahnya.

