Pada 27 Februari hingga 6 Maret 2026, kantor statistik nasional (National Statistics Office/NSO) dari berbagai negara berkumpul di New York dalam rangka Statistical Week. Delegasi Indonesia yang dipimpin Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, turut berpartisipasi dan melakukan sejumlah pertemuan, termasuk agenda bilateral dengan beberapa NSO sebagai bagian dari diplomasi statistik.
Dalam rangka memperluas peran Indonesia di forum internasional, BPS menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah lembaga dan kantor statistik, yakni Paris21, SBS Norway, SESRIC, dan Qazstat. Kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen antarlembaga untuk memperkuat kapasitas statistik nasional sekaligus mendorong kolaborasi lintas negara.
Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai isu dan pendekatan penguatan sistem statistik, mulai dari perubahan iklim, pemanfaatan artificial intelligence, dan big data, hingga penggunaan administrative data. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan pengukuran Beyond GDP.
Melalui perjanjian ini, BPS menegaskan upaya memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas statistik global, sekaligus mendukung pengembangan sistem statistik nasional melalui pertukaran pengalaman dan kolaborasi internasional.

