Bisnis keluarga di berbagai negara tengah memasuki momen penentu seiring banyak pendirinya mulai memasuki usia pensiun dan bersiap menyerahkan kendali perusahaan kepada generasi berikutnya.
Situasi ini memunculkan tantangan tersendiri bagi ratusan kerajaan bisnis keluarga, terutama terkait pencarian dan penyiapan pewaris yang dinilai mampu melanjutkan kepemimpinan serta menjaga kesinambungan usaha.
Peralihan kepemimpinan menjadi fase krusial karena menyangkut arah perusahaan di masa depan, termasuk bagaimana nilai, strategi, dan tata kelola yang selama ini dibangun pendiri dapat diteruskan oleh generasi penerus.