Belgia dan Prancis dilaporkan menentang rencana memasukkan larangan impor uranium dari Rusia ke dalam paket sanksi ke-20 Uni Eropa (UE) terhadap Moskow. Informasi tersebut disampaikan surat kabar Welt yang mengutip sumber-sumber Eropa.
Menurut laporan itu, kedua negara tidak sepakat apabila pembatasan impor uranium Rusia dimasukkan dalam paket sanksi terbaru. Pembahasan paket sanksi ke-20 UE sendiri masih belum dipastikan telah rampung.
Pada 22 Desember, juru bicara Komisi Eropa Olof Gill menolak mengonfirmasi bahwa paket sanksi ke-20 terhadap Rusia sudah selesai disusun dan siap dibahas bersama negara-negara anggota pada Januari.
Laporan yang dimuat pada Rabu menyebutkan bahwa negara-negara UE berencana menerapkan paket sanksi baru tersebut bertepatan dengan peringatan empat tahun dimulainya konflik di Ukraina pada Februari. Paket itu disebut akan mencakup larangan masuk bagi sejumlah individu serta pembekuan aset.
Selain langkah-langkah tersebut, pembahasan juga mencakup kemungkinan penerapan larangan impor uranium dari Rusia. Namun, menurut sumber-sumber yang dikutip, Belgia dan Prancis sebenarnya dapat memperoleh uranium yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir mereka dari Afrika Selatan, Australia, atau Kanada, meski dengan harga yang lebih tinggi.

