BERITA TERKINI
Bea Cukai China Tahan Masuk Chip AI Nvidia H200, Rantai Pasok Terganggu

Bea Cukai China Tahan Masuk Chip AI Nvidia H200, Rantai Pasok Terganggu

Pasokan chip kecerdasan buatan Nvidia H200 ke China kembali tersendat, meski sebelumnya telah mendapatkan izin ekspor dari pemerintah Amerika Serikat. Sejumlah pemasok komponen dilaporkan menghentikan produksi sementara setelah otoritas bea cukai China menahan masuknya chip tersebut.

Laporan Financial Times yang mengutip dua sumber menyebut kebijakan mendadak itu memicu kebingungan di rantai pasok. Nvidia sebelumnya menargetkan pengiriman mulai Maret 2026 dan memperkirakan permintaan dari klien China dapat melampaui satu juta unit. Para pemasok disebut telah beroperasi penuh untuk mengejar jadwal pengiriman tersebut.

Namun, pekan ini otoritas bea cukai China memberi tahu para agen bahwa chip H200 tidak diperbolehkan masuk ke wilayah China. Sejumlah sumber juga menyatakan pejabat pemerintah memanggil perusahaan teknologi domestik dan memperingatkan agar tidak membeli chip tersebut kecuali benar-benar diperlukan.

Hingga kini, pemerintah China belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembatasan tersebut, maupun kepastian apakah langkah itu merupakan larangan permanen atau hanya bersifat sementara. Ketidakpastian ini menambah ketegangan seputar H200, yang merupakan chip AI terkuat kedua Nvidia dan menjadi salah satu isu sensitif dalam hubungan Amerika Serikat dan China.

Situasi semakin kompleks karena sebelumnya pemerintahan Trump mengizinkan ekspor chip H200 yang dirancang di Amerika Serikat dan diproduksi di Taiwan ke China. Namun, Washington kemudian mewajibkan chip tersebut terlebih dahulu dikirim ke laboratorium di Amerika Serikat untuk pengujian sebelum masuk ke China. Prosedur ini membuka kemungkinan penerapan tarif sebesar 25% saat chip melintasi wilayah Amerika Serikat. Kebijakan tarif serupa juga diberlakukan terhadap prosesor MI325X milik AMD.

Di kalangan analis, pandangan mengenai penjualan H200 ke China terbelah. Pihak yang mendukung menilai langkah ini dapat memperlambat pengembangan chip AI domestik China dan mempertahankan ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat. Sementara itu, pihak yang menentang menilai kemampuan H200 berpotensi dimanfaatkan untuk sistem persenjataan yang suatu saat dapat digunakan oleh militer China.