BERITA TERKINI
Bank Sahabat Sampoerna Catat Aset Rp 18,2 Triliun per Akhir 2025, DPK Rp 13,44 Triliun

Bank Sahabat Sampoerna Catat Aset Rp 18,2 Triliun per Akhir 2025, DPK Rp 13,44 Triliun

PT Bank Sahabat Sampoerna mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 di tengah tantangan ekonomi global dan domestik. Bank menyatakan terus memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) untuk mendukung penyaluran kredit, terutama ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan total DPK perseroan tumbuh 1,05% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 13,44 triliun hingga akhir 2025. Dari jumlah tersebut, komposisi dana murah (CASA) meningkat menjadi 22,73% dibandingkan 16,12% pada akhir 2024.

Henky menilai UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Karena itu, bank berkomitmen menjaga penyaluran kredit ke sektor tersebut secara berkelanjutan. Komitmen itu, menurutnya, tercermin dari porsi penyaluran kredit UMKM yang mencapai 57,16% dari total kredit per Desember 2025.

Di sisi lain, secara keseluruhan kredit yang disalurkan bank tercatat terkoreksi 2,15% yoy menjadi Rp 11,38 triliun pada periode tersebut. Meski demikian, bank menyebut kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 3,79% dan NPL net 2,28%, relatif dibandingkan posisi tahun sebelumnya masing-masing 3,83% dan 2%.

Seiring itu, total aset Bank Sahabat Sampoerna tumbuh 2,69% yoy menjadi Rp 18,2 triliun per akhir 2025. Permodalan juga disebut tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,72%.

CEO Bank Sahabat Sampoerna Ali Yong menyampaikan penguatan kinerja turut didorong pengembangan layanan digital berbasis Bank as a Service (BaaS) melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Ia menyebut lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, serta institusi keuangan lain telah terlibat untuk menjembatani nasabah masuk ke ekosistem keuangan digital.

Adopsi layanan digital tersebut mendorong peningkatan transaksi sepanjang 2025. Volume transaksi naik 21% yoy dari Rp 144 triliun menjadi Rp 174 triliun, sementara frekuensi transaksi meningkat dari 42 juta menjadi 643 juta transaksi.

Selain pengembangan layanan, bank juga melaporkan aktivitas penguatan literasi keuangan melalui program SampoernaFest. Dalam dua tahun pelaksanaannya, program ini disebut telah menjangkau ribuan nasabah baru dan melibatkan puluhan mitra UMKM dari berbagai sektor.

Ke depan, perseroan menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan mitra strategis untuk memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.