BERITA TERKINI
Bank Dunia Nilai Investasi Danantara Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2027

Bank Dunia Nilai Investasi Danantara Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2027

Bank Dunia memproyeksikan investasi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi salah satu faktor kunci pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027. Penilaian tersebut disampaikan dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026.

Dalam laporan itu, Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi di sebagian besar negara Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mengalami koreksi kecil pada tahun ini. Indonesia juga dinilai menghadapi tantangan pertumbuhan pada 2026, terutama dipengaruhi kenaikan harga energi global.

Meski demikian, Bank Dunia menilai Indonesia memiliki modal untuk menghadapi tekanan tersebut, antara lain melalui kuatnya penerimaan komoditas serta investasi yang didorong inisiatif pemerintah, termasuk investasi Danantara. Bank Dunia menyatakan investasi tersebut diperkirakan memberi dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi pada tahun berikutnya.

“Pada 2027, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik yang didukung investasi Danantara serta kebijakan pelonggaran moneter,” tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut.

Untuk tahun ini, Danantara disebut memfokuskan investasi pada hilirisasi dan industri strategis. Pada awal 2026, Danantara telah memulai pembangunan enam proyek hilirisasi dengan nilai USD 7 miliar atau setara Rp110 triliun. Investasi itu mencakup Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2, proyek smelter aluminium, serta proyek biorefinery. Danantara juga berencana melakukan groundbreaking untuk 21 proyek hilirisasi lainnya pada tahun ini.

Selain menyoroti peran Danantara, Bank Dunia turut menilai kebijakan deregulasi dan penyederhanaan perizinan bisnis berpotensi berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Reformasi tersebut diharapkan mendukung berbagai inisiatif fiskal pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

“Reformasi kebijakan, seperti deregulasi dan penyederhanaan izin bisnis seperti di Indonesia, bisa mendorong potensi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang produktif,” tulis Bank Dunia.