WASHINGTON — Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat (AS) Jenderal Dan Caine dijadwalkan menggelar pertemuan langka dengan puluhan pemimpin militer dari negara-negara di Belahan Bumi Barat. Agenda ini dipandang sebagai sinyal meningkatnya perhatian pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap kawasan tersebut.
Pertemuan itu direncanakan berlangsung di Washington pada 11 Februari dan akan dihadiri pemimpin militer tingkat tinggi dari 34 negara. Sejumlah negara Eropa yang memiliki wilayah di kawasan tersebut—termasuk Denmark, Inggris, dan Perancis—juga diundang.
Menurut keterangan yang dikutip dari pemberitaan New York Times, pembahasan utama pertemuan diperkirakan berfokus pada peningkatan koordinasi regional dalam memerangi perdagangan narkoba serta organisasi kriminal transnasional.
Kantor Jenderal Caine menyatakan para peserta akan membahas pentingnya kemitraan dan kerja sama berkelanjutan, termasuk upaya bersama melawan organisasi kriminal dan teroris, serta aktor eksternal yang dinilai mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, pertemuan ini berlangsung di tengah situasi yang dinilai sensitif bagi hubungan Washington dengan negara-negara tetangga, sekaligus dengan sejumlah sekutu di Eropa.
Selama ini, komandan senior AS yang membawahi operasi di Eropa, Afrika, dan Pasifik disebut rutin bertemu dengan mitra militer mereka melalui pertemuan di luar negeri. Namun, selain pertemuan-pertemuan kecil di berbagai bagian Amerika Latin, Pentagon belum pernah menggelar pertemuan sebesar ini dengan kelompok petinggi militer dari kawasan Barat.
Dalam agenda bulan depan, Jenderal Caine diperkirakan akan mendorong koordinasi lebih lanjut untuk memerangi narkoba dan kelompok kriminal transnasional. Pertemuan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung lebih cepat, tetapi ditunda karena ancaman badai salju di Washington.
Upaya memperkuat koordinasi itu juga disebut menghadapi kendala. Pada September sebelumnya, Inggris menghentikan pertukaran informasi intelijen terkait serangan AS terhadap apa yang mereka sebut sebagai kapal pengangkut narkoba di Karibia.
Adam Isacson, spesialis keamanan regional di Kantor Washington untuk Amerika Latin, menilai pemerintahan Trump mengharapkan militer di kawasan tersebut merespons prioritas AS lebih besar dibandingkan periode mana pun sejak berakhirnya Perang Dingin. Ia menyebut prioritas itu mencakup pemberantasan narkoba dan kejahatan terorganisir, serta menghindari hubungan dengan China, Iran, kemungkinan Rusia, dan kekuatan lain.
Isacson juga mengatakan bisa ada ancaman eksplisit maupun implisit bagi militer yang tidak mengikuti prioritas tersebut, dengan menyinggung apa yang terjadi di Venezuela.

