BERITA TERKINI
AS Tahan Eks Instruktur F-35 Gerald Brown, Diduga Latih Pilot Militer China Tanpa Izin

AS Tahan Eks Instruktur F-35 Gerald Brown, Diduga Latih Pilot Militer China Tanpa Izin

Otoritas Amerika Serikat menahan Gerald Brown, mantan mayor Angkatan Udara AS sekaligus instruktur jet tempur siluman F-35 Lightning II, pada Jumat, 27 Februari 2026. Brown ditangkap di Indiana atas dugaan memberikan layanan pertahanan kepada pilot militer China tanpa otorisasi resmi, sebuah kasus yang memicu kekhawatiran keamanan nasional di kalangan pemerintah Barat.

Departemen Kehakiman AS mengidentifikasi Brown, 65 tahun, sebagai figur berpengalaman dengan rekam jejak militer puluhan tahun dan dikenal sebagai pilot tempur elite. Jaksa menuduh ia melatih pilot China untuk menghadapi pihak yang sebelumnya ia sumpah untuk lindungi. Asisten Direktur Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, Roman Rozhavsky, menyatakan pemerintah China aktif mengeksploitasi keahlian anggota aktif maupun purnawirawan militer AS guna mempercepat modernisasi militernya.

Menurut otoritas, Brown menjalani dinas selama 24 tahun di Angkatan Udara AS dan pernah memimpin berbagai misi tempur serta unit-unit yang dinilai sensitif, termasuk yang berkaitan dengan sistem pengiriman senjata nuklir. Jaksa menilai pengalaman dan pengetahuannya membuat Brown menjadi target bernilai dalam upaya perekrutan oleh pihak asing. Jaksa AS, Jeanine Ferris Pirro, juga menegaskan bahwa Brown dan siapa pun yang bersekongkol melawan negara akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam dugaan modus operandi yang diungkap otoritas, Brown disebut melakukan perjalanan ke China pada Desember 2023 dan tinggal di sana hingga awal Februari 2026. Selama periode itu, ia diduga melatih pilot militer China berdasarkan kontrak yang dinegosiasikan melalui perantara.

Kasus ini memperkuat kekhawatiran yang lebih luas di antara negara-negara Barat mengenai upaya China merekrut mantan personel militer asing untuk meningkatkan kemampuan angkatan udaranya. Pada 2024, Amerika Serikat dan sekutunya disebut telah mengeluarkan peringatan bersama terkait penargetan talenta militer Barat oleh China untuk memperoleh wawasan operasional penting.

Otoritas menilai perekrutan semacam itu berisiko terhadap keamanan nasional AS dan sistem pertahanan sekutu, karena personel terlatih dapat membawa pengetahuan taktis sensitif yang berpotensi dimanfaatkan pihak asing. Kekhawatiran tersebut mencakup kemungkinan terkikisnya keunggulan teknologi dan doktrin militer Barat.

Penahanan Brown dipandang sebagai peringatan terkait ancaman kontraintelijen yang terus berkembang, sekaligus menyoroti perlunya memperketat perlindungan informasi sensitif dan regulasi mengenai keterlibatan mantan personel militer dengan entitas asing. Brown kini menghadapi dakwaan pidana serius dan, jika terbukti bersalah, terancam hukuman penjara yang panjang.