Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mendesak Korea Selatan untuk membantu upaya membuka kembali Selat Hormuz. Permintaan itu menegaskan langkah pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong sekutu-sekutu keamanannya agar ikut terlibat dalam pengamanan jalur perairan strategis tersebut.
Desakan itu disampaikan Rubio dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun pada Senin (16/3), menurut pernyataan resmi dari kantor Cho.
Dalam pernyataan tersebut, Rubio menekankan pentingnya kerja sama antarnegara untuk memastikan keamanan jangka panjang di Selat Hormuz, serta untuk membantu menstabilkan ekonomi global dan harga minyak internasional.
Korea Selatan merupakan salah satu importir minyak utama dunia dan mengimpor hampir seluruh kebutuhan energinya. Sekitar 70% pengiriman minyak Korea Selatan diketahui melewati Selat Hormuz.
Jalur pelayaran itu disebut praktis tertutup seiring meningkatnya ketegangan di kawasan, sehingga menambah perhatian terhadap risiko gangguan pasokan dan volatilitas harga minyak.

