WASHINGTON — Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China disebut mulai menunjukkan tanda-tanda mereda di tengah ketegangan dagang yang sempat meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pejabat tinggi dari kedua negara dijadwalkan menggelar pertemuan di Malaysia pekan depan guna mempersiapkan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir Oktober di Korea Selatan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan perdagangan. “Saya pikir situasinya mulai mereda,” kata Bessent saat menghadiri pertemuan makan siang Presiden Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada Kamis (17/10/2025), sebagaimana dikutip dari Kyodo News melalui Strait Times, Minggu (19/10/2025).
Bessent menyebut ia akan lebih dulu melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, sebelum pertemuan tim kedua negara berlangsung di Malaysia. “Tim kami dan delegasi China yang dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng akan bertemu di Malaysia, kemungkinan sekitar seminggu dari sekarang, untuk mempersiapkan pertemuan kedua presiden,” ujarnya.
Trump juga memastikan akan bertemu langsung dengan Xi Jinping ketika keduanya menghadiri KTT ekonomi Asia-Pasifik di Korea Selatan pada akhir Oktober. “Kami sedang berbicara, dan saya pikir kami akan membuat kesepakatan yang baik untuk kedua pihak,” kata Trump. “Saya rasa kami akan melakukan sesuatu,” tambahnya.
Ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing kembali meningkat setelah China mengumumkan kebijakan baru pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth). Sebagai respons, Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan hingga 100 persen terhadap impor dari China.
Meski demikian, Bessent menyatakan optimistis hubungan kedua negara dapat kembali membaik. “Kami berharap China menunjukkan rasa hormat yang sama seperti yang kami tunjukkan kepada mereka. Saya yakin Presiden Trump, berkat hubungannya dengan Presiden Xi, akan mampu mengembalikan hubungan kedua negara ke arah yang baik,” tuturnya.
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, Trump belum pernah bertemu langsung dengan Xi. Karena itu, pertemuan yang direncanakan di Korea Selatan dipandang sebagai momen penting untuk memulihkan stabilitas hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

