BERITA TERKINI
AS dan China Berupaya Redakan Ketegangan Dagang di Tengah Sengketa Ekspor Teknologi dan Logam Tanah Jarang

AS dan China Berupaya Redakan Ketegangan Dagang di Tengah Sengketa Ekspor Teknologi dan Logam Tanah Jarang

Amerika Serikat dan China disebut sedang mencari cara untuk menghindari meningkatnya ketegangan dalam perang dagang, dengan fokus pada perselisihan terkait pembatasan ekspor teknologi AS serta kontrol China atas logam tanah jarang yang ingin dibatalkan oleh Washington.

Ekonom Atlantic Council, Josh Lipsky, menilai pejabat terkait—Bessent, Greer, dan He—perlu lebih dulu menemukan jalan untuk meredakan sengketa tersebut. Menurut Lipsky, upaya AS untuk membatalkan kontrol China atas logam tanah jarang berpotensi menghadapi hambatan besar.

“Saya tidak yakin China bisa menyetujuinya. Itulah daya ungkit utama yang mereka miliki,” kata Lipsky.

Di sisi lain, sejumlah pengumuman terkait perkembangan ini disebut berpotensi sampai ke Presiden AS Donald Trump, yang dijadwalkan tiba di Malaysia pada Minggu pekan ini.

Ekonom dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, Scott Kennedy, mengatakan arah hubungan dagang kedua negara akan bergantung pada apakah Beijing berhasil mengimbangi kontrol ekspor AS dengan pembatasan yang mereka terapkan sendiri, atau justru memicu eskalasi lanjutan hingga pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping berlangsung.

“Kita tidak akan tahu, apakah Beijing telah berhasil mengimbangi kontrol ekspor AS dengan pembatasan mereka sendiri atau apakah mereka telah memicu kelanjutan spiral eskalasi sampai Trump dan Xi bertemu,” ujar Kennedy.

Ia menambahkan, hasil perundingan akan menentukan apakah langkah-langkah yang ditempuh kedua pihak akan membuahkan kesepakatan atau justru memperburuk situasi. “Jika mereka mencapai kesepakatan, langkah mereka akan membuahkan hasil. Jika tidak ada kesepakatan, maka semua orang perlu bersiap menghadapi situasi yang jauh lebih buruk,” kata Kennedy.