BERITA TERKINI
AS-China Melunak Usai Pertemuan Trump-Xi, Kesepakatan Transfer TikTok Disebut Segera Berlanjut

AS-China Melunak Usai Pertemuan Trump-Xi, Kesepakatan Transfer TikTok Disebut Segera Berlanjut

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China disebut mulai melunak setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10). Trump menyatakan persoalan logam tanah jarang telah disepakati, bersamaan dengan penurunan tarif impor China sebesar 10%.

Di tengah perkembangan itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan China telah menyepakati transfer aplikasi video pendek TikTok dari ByteDance kepada entitas di AS. Namun, Bessent tidak merinci isi kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Bessent menyebut kesepakatan terkait TikTok sebenarnya telah difinalisasi lebih dulu dalam pertemuan negosiator AS dan China di Kuala Lumpur, sebelum pertemuan Trump dan Xi di Busan. Ia berharap proses itu dapat berlanjut dalam beberapa pekan hingga bulan ke depan dan berujung pada penyelesaian.

“Di Kuala Lumpur, kami memfinalisasi kesepakatan TikTok, dalam hal mendapat persetujuan dari China. Saya harap kami akan lanjut dalam beberapa pekan dan bulan ke depan, dan akhirnya bisa mencapai resolusi untuk masalah ini,” kata Bessent dalam program Mornings with Maria di Fox Business Network.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China menyatakan akan menangani isu TikTok dengan AS “semestinya”. TikTok, yang dimiliki ByteDance berbasis di China, belum memberikan komentar.

Nasib TikTok di AS telah tidak pasti selama lebih dari 18 bulan sejak Kongres AS pada 2024 mengesahkan undang-undang yang memerintahkan pemilik TikTok di China menjual aset aplikasi tersebut di AS pada Januari 2025. Aplikasi itu disebut digunakan oleh sekitar 170 juta warga AS.

Pada 25 September 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan rencana penjualan operasi TikTok di AS kepada konsorsium investor AS dan global memenuhi persyaratan keamanan nasional dalam undang-undang 2024. Perintah itu memberi waktu 120 hari untuk menyelesaikan transaksi sekaligus menunda penegakan hukum hingga 20 Januari 2026.

Dalam perintah eksekutif tersebut, algoritma TikTok disebut akan dilatih ulang dan dipantau oleh mitra keamanan perusahaan AS. Pengoperasian algoritma juga akan berada di bawah kendali perusahaan patungan yang baru.

Rancangan perjanjian operasi TikTok di AS mencakup penunjukan satu dari tujuh anggota dewan direksi entitas baru oleh ByteDance, sementara enam kursi lainnya dipegang warga AS. ByteDance juga akan memiliki kurang dari 20% saham TikTok AS untuk memenuhi ketentuan undang-undang yang memerintahkan penutupan perusahaan pada Januari 2025 jika asetnya di AS tidak dijual.

Namun, kesepakatan tersebut masih menuai sorotan di AS. Anggota DPR AS John Moolenaar, ketua Partai Republik di Komite Khusus DPR untuk China, menyatakan bulan ini bahwa perjanjian lisensi untuk penggunaan algoritma TikTok sebagai bagian dari penjualan aset akan menimbulkan “kekhawatiran serius.”