BERITA TERKINI
Arab Saudi Tempuh Jalur Diplomasi untuk Redakan Ketegangan Timur Tengah, Bahrain Serukan Penghentian Serangan

Arab Saudi Tempuh Jalur Diplomasi untuk Redakan Ketegangan Timur Tengah, Bahrain Serukan Penghentian Serangan

Konflik di Timur Tengah yang terus meningkat memicu respons dari sejumlah negara di kawasan. Arab Saudi menyatakan berupaya meredakan eskalasi melalui langkah diplomatik, sementara Bahrain menekankan perlunya penghentian serangan terhadap negara-negara Teluk demi memulihkan keamanan.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Bin Abdullah Al-Amudi, mengatakan Pemerintah Arab Saudi terus mengambil langkah diplomatik dan menahan diri untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

“Upaya-upaya diplomatik sedang dilakukan dan terus dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi,” ujar Faisal saat acara buka bersama dengan insan pers Indonesia, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, Arab Saudi berpegang pada prinsip menahan diri dan mendorong penyelesaian secara tenang serta damai. “Kami berprinsip untuk menahan diri. Kami berusaha untuk bisa diselesaikan secara tenang, secara damai,” katanya.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Bahrain untuk Indonesia menyampaikan pernyataan yang menekankan pentingnya penghentian serangan terhadap negara-negara Teluk.

“Kami menegaskan kembali perlunya penghentian segera serangan-serangan ini sebagai langkah penting untuk memulihkan keamanan dan mencegah eskalasi situasi lebih lanjut,” demikian bunyi pernyataan Kedubes Bahrain.

Dalam pernyataannya, Bahrain juga menyoroti perlunya menjaga keamanan udara dan maritim, melindungi jalur perairan regional, menjaga rantai pasokan global, serta memastikan stabilitas pasar energi internasional.

Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan memanas setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2). Iran kemudian melakukan pembalasan dengan menyerang pangkalan militer AS di sejumlah negara, termasuk pangkalan AS di Arab Saudi dan Bahrain yang disebut turut menjadi sasaran.