Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk mengedepankan jalur diplomatik guna meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, saat acara buka puasa bersama insan pers di Jakarta.
Menurut Faisal, upaya diplomatik terus dilakukan sebagai pilihan utama Saudi untuk menurunkan eskalasi konflik. Ia mengatakan negaranya memilih menahan diri, menghindari langkah konfrontatif, serta mengutamakan penyelesaian masalah secara damai.
Faisal juga menyampaikan posisi Saudi terkait perkembangan konflik, termasuk penegasan bahwa Arab Saudi tidak mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan maupun jalur untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Ia menyebut serangan awal dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta menyatakan bahwa Pemerintah Saudi mengecam tindakan yang dilakukan oleh Israel.
Di sisi lain, Faisal menyayangkan serangan balasan Iran yang disebutnya menyasar negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, dengan target fasilitas publik dan infrastruktur politik penting. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik dan melanggar hukum serta norma internasional yang diakui secara global.
Dalam konteks dampak konflik terhadap ekonomi dunia, Faisal menyatakan Arab Saudi akan berperan aktif untuk menstabilkan harga minyak. Ia menekankan bahwa perang berpotensi memengaruhi sektor ekonomi dan energi, sehingga stabilisasi harga menjadi perhatian Saudi.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji, Faisal memastikan masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir. Ia mengatakan persiapan haji berjalan lancar sesuai rencana dan tidak terpengaruh eskalasi politik di kawasan. Faisal menambahkan bahwa Arab Saudi dalam kondisi aman dan tenang, serta jadwal penerbangan jemaah haji akan tetap berjalan sesuai ketetapan.

