BERITA TERKINI
Anwar: Sengketa Laut China Selatan Perlu Diselesaikan dalam Kerangka ASEAN Tanpa Campur Tangan Pihak Luar

Anwar: Sengketa Laut China Selatan Perlu Diselesaikan dalam Kerangka ASEAN Tanpa Campur Tangan Pihak Luar

Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa persoalan di Laut China Selatan seharusnya diselesaikan secara internal di antara negara-negara ASEAN bersama para mitra kawasan, tanpa intervensi pihak luar.

Dalam sambutannya pada KTT Asia Timur di Kuala Lumpur, Senin, 28 Oktober 2025, Anwar mengatakan pembahasan mendalam mengenai Laut China Selatan telah dilakukan dan seluruh pihak sepakat untuk menyusun code of conduct yang mengatur perilaku di wilayah tersebut.

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan dalam kerangka ASEAN dan bersama para mitra di kawasan. Begitu ada kesan bahwa penyelesaiannya dipaksakan atau didikte oleh kekuatan luar, maka situasinya menjadi lebih rumit dan tegang,” ujar Anwar.

Ia juga menekankan pentingnya semua pihak yang terlibat dalam negosiasi untuk berpegang pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS) serta Deklarasi Perilaku di Laut China Selatan sebagai acuan utama dalam menjaga stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan terpisah, Anwar menyambut rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza. Menurutnya, upaya tersebut dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian yang inklusif serta solusi politik yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

“Ini adalah awal yang penting dan krusial untuk menghentikan kegilaan, genosida, dan kekejaman yang terjadi,” kata Anwar.

Sebelumnya, Trump memaparkan rencana perdamaian berisi 20 poin untuk menghentikan pertempuran di Gaza. Rencana itu mencakup kerangka kerja jangka panjang untuk menciptakan perdamaian, program deradikalisasi di wilayah tersebut, serta membuka peluang pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari solusi permanen.

Namun, sejumlah pengamat politik internasional menilai proposal tersebut sekadar upaya meredam meningkatnya solidaritas global terhadap penderitaan warga Gaza akibat tindakan brutal rezim Zionis.