Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengonfirmasi telah mengerahkan unsur kapal permukaan dan dukungan udara untuk memantau sebuah fregat Rusia dan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Inggris pada 23 Januari 2026. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya pemantauan NATO terhadap aktivitas angkatan laut Rusia di sekitar Eropa, terutama di jalur pelayaran strategis yang padat lalu lintas.
Dalam pengumuman resminya, Angkatan Laut Inggris menyebut operasi pengawasan selama dua hari tersebut sebagai misi keamanan maritim rutin. Operasi itu disebut sejalan dengan praktik lama Inggris dalam memantau aktivitas militer asing yang berada dekat perairannya. Selat Inggris sendiri merupakan salah satu jalur laut tersibuk dan sensitif di dunia, dengan peran penting bagi keamanan serta perdagangan Eropa.
Dua kapal patroli lepas pantai kelas River, HMS Mersey dan HMS Severn, yang berbasis di Portsmouth, ditugaskan untuk memantau fregat Rusia Boikiy dan kapal tanker MT General Skobelev. Kedua kapal Rusia itu dilaporkan meninggalkan Mediterania, melintasi Selat Inggris, dan bergerak menuju Laut Utara. Kapal kelas River dirancang untuk misi keamanan maritim, pengawasan, dan pemeliharaan kehadiran, termasuk pelacakan, pengumpulan intelijen, serta koordinasi dengan pasukan sekutu.
Selain unsur kapal permukaan, Angkatan Laut Inggris juga mengerahkan helikopter Wildcat dari Skuadron 815 sebagai dukungan udara. Helikopter ini dilengkapi radar, sensor elektro-optik, dan sistem komunikasi aman, sehingga dapat memperluas jangkauan pengawasan dan meningkatkan kesadaran situasional. Kombinasi pemantauan dari permukaan laut dan udara disebut membantu menjaga pengawasan berkelanjutan di lingkungan maritim yang sibuk.
Menurut keterangan yang sama, HMS Mersey mengambil alih tugas pemantauan saat kapal-kapal Rusia memasuki Selat Inggris, setelah sebelumnya kelompok tersebut dilacak oleh sekutu NATO di Teluk Biscay. Ketika perjalanan berlanjut ke arah timur, HMS Severn kemudian menggantikan peran tersebut untuk memastikan pemantauan tidak terputus. Pergerakan kapal-kapal Rusia dilaporkan dilacak dan dilaporkan secara real-time.
Angkatan Laut Inggris menyatakan HMS Severn melanjutkan misinya hingga kapal-kapal Rusia memasuki Laut Utara, sebelum tanggung jawab pemantauan diserahkan kepada sekutu NATO lain melalui mekanisme koordinasi yang telah ditetapkan. Seluruh operasi disebut dilakukan sesuai hukum maritim internasional, dengan tujuan menjaga kesadaran situasional dan memastikan keamanan maritim.
Di luar operasi di Selat Inggris, Angkatan Laut Inggris juga menyebut adanya operasi terpisah di Selat Gibraltar. Dalam operasi itu, kapal patroli HMS Dagger melacak kapal tanker minyak Rusia lainnya yang diyakini sebagai bagian dari “armada bayangan”. Informasi yang dikumpulkan selama misi tersebut disebut secara rutin dibagikan kepada mitra internasional.

