Analis ekonomi Gede Sandra menilai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang dipicu kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump, berpotensi berdampak pada kelas pekerja di Indonesia. Dampak tersebut terutama mengancam sektor industri yang memiliki ketergantungan pada pasar ekspor AS.
Merujuk prediksi Partai Buruh, Gede menyebut perang tarif AS dapat membuat sekitar 50 ribu buruh Indonesia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia memperkirakan efek lanjutan dari PHK itu dapat meluas ke tingkat rumah tangga.
“(Sebanyak) 50 ribu buruh bila dikalikan tiga dengan istri/suami dan anak, maka akan ada 150 ribu jiwa rakyat Indonesia yang akan terdampak daya belinya,” kata Gede kepada SinPo.id pada Jumat, 2 Mei 2025.
Untuk merespons potensi tekanan tersebut, Gede memaparkan sejumlah langkah yang dinilai dapat dipertimbangkan pemerintah. Salah satunya adalah merelokasi tujuan ekspor ke pasar negara-negara ASEAN dan BRICS.
“Kedua mengintensifkan kerja sama ekonomi dan investasi di regional ASEAN dan juga BRICS,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong pemberian perlindungan bagi industri yang terdampak, antara lain melalui subsidi dan tax allowance. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja berupa jaminan sosial serta jaminan tersedianya lapangan pekerjaan baru.
Gede turut menyarankan percepatan program pembangunan 3 juta rumah. Menurutnya, jika program tersebut berjalan baik, pelaksanaannya dapat menyerap banyak tenaga kerja.

