Harga emas mengalami tekanan seiring munculnya aksi ambil untung (profit taking) di pasar. Pergerakan ini terjadi ketika pelaku pasar menanti arah sentimen berikutnya yang berpotensi datang dari rilis data inflasi Amerika Serikat, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI), serta perkembangan isu hubungan AS–China.
Aksi profit taking umumnya muncul setelah periode kenaikan harga, ketika sebagian investor memilih mengamankan keuntungan. Dalam situasi seperti ini, perhatian pasar kerap beralih pada faktor-faktor yang dapat memengaruhi prospek kebijakan ekonomi dan stabilitas global.
Data CPI AS menjadi salah satu fokus karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kondisi inflasi dan langkah kebijakan selanjutnya. Selain itu, dinamika hubungan AS–China juga dipantau karena berpotensi memengaruhi sentimen risiko dan permintaan aset lindung nilai seperti emas.
Dengan kombinasi aksi ambil untung dan penantian terhadap katalis baru, pergerakan harga emas cenderung dipengaruhi perubahan sentimen pasar dalam jangka pendek.

