BERITA TERKINI
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di Tengah Tekanan Global

Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di Tengah Tekanan Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dunia berada di kisaran 2,6–3,3 persen, sementara Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11 persen pada 2025 dan menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok G20.

Menurut Airlangga, pemerintah mendorong pertumbuhan melalui konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja negara. Konsumsi rumah tangga disebut menyumbang sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan dinilai berperan menjaga daya beli tetap kuat.

Pemerintah juga menekankan upaya menjaga stabilitas eksternal, antara lain melalui pengendalian inflasi dan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 70 bulan. Di sisi lain, sektor manufaktur disebut terus berekspansi, sementara cadangan devisa tercatat mencapai 148,2 miliar dolar AS.

Di bidang pangan dan energi, pemerintah menyampaikan peningkatan produksi beras hingga 34,7 juta ton serta penguatan cadangan nasional. Pemerintah juga mempercepat program B50 dan mencatat surplus energi.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan di atas 5,3 persen dan memperkirakan pertumbuhan pada kuartal I mencapai 5,5 persen. Pemerintah menyebut optimalisasi APBN dilakukan melalui stimulus sebesar Rp11,92 triliun, sembari menjaga defisit tetap rendah.

Selain itu, pemerintah mendorong ekspor komoditas unggulan dan meningkatkan transaksi menggunakan mata uang lokal guna memperkuat ketahanan ekonomi. Airlangga juga menyampaikan adanya penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan, serta penyerapan 2,71 juta tenaga kerja.

Dalam jangka panjang, pemerintah mempercepat hilirisasi yang disebut sebagai prioritas Presiden Prabowo Subianto. Investasi hilirisasi pada 2025 dilaporkan mencapai Rp584,1 triliun dan dinyatakan terus tumbuh.

Pemerintah turut menyiapkan perbaikan iklim usaha melalui reformasi regulasi, digitalisasi perizinan, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus, serta memperluas kerja sama ekonomi global.

Airlangga menambahkan, Indonesia dinilai tetap menarik bagi investor karena pasar domestik yang besar, energi yang kompetitif, serta potensi energi bersih, termasuk untuk pengembangan pusat data dan kecerdasan buatan.