BERITA TERKINI
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global, Tumbuh 5,11% pada 2025

Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global, Tumbuh 5,11% pada 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia masih relatif kuat dan stabil di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Ia menilai kondisi saat ini lebih solid dibandingkan krisis 1998, terutama dari sisi fundamental makroekonomi.

Dalam paparan kepada media internasional pada Senin (13/4/2026), Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11% secara tahunan (year on year/yoy). Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di antara anggota G20, hanya berada di bawah India.

Untuk 2026, pemerintah menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi dapat menembus di atas 5,3%, dengan kinerja kuartal I diperkirakan berada di kisaran 5,5%.

Dari sisi fiskal, Airlangga mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga di bawah batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni sekitar 2,92%. Sementara rasio utang pemerintah berada di kisaran 40% PDB dan disebut didominasi pembiayaan domestik, sehingga dinilai lebih tahan terhadap tekanan eksternal. Pemerintah juga menilai tingkat kepemilikan asing pada surat utang negara relatif rendah, sehingga risiko arus modal keluar dapat diminimalkan.

Airlangga turut menyinggung potensi resesi Indonesia yang diperkirakan sekitar 5% berdasarkan laporan sejumlah lembaga riset global. Ia menyebut ketahanan ekonomi ditopang konsumsi domestik yang menyumbang lebih dari separuh PDB, serta dukungan sektor pangan dan energi. Dari sisi eksternal, cadangan devisa nasional berada di kisaran US$148,2 miliar atau setara kebutuhan impor sekitar enam bulan.

Pemerintah juga mencatat perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan disebut turun menjadi 8,25%, pengangguran terbuka berada di 4,7%, dan ketimpangan ikut menurun. Inflasi, menurut pemerintah, masih dalam kendali.

Di sisi lain, sejumlah lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada pada kisaran 2,6% hingga 3,3%, lebih rendah dibandingkan proyeksi pertumbuhan Indonesia.

Dalam berbagai analisis yang dikutip dari media internasional, Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara berkembang dengan ketahanan ekonomi yang relatif kuat berkat basis konsumsi domestik yang besar serta kebijakan fiskal yang dinilai disiplin. Dengan kombinasi pertumbuhan yang stabil, defisit yang terjaga, dan indikator sosial yang membaik, pemerintah menilai ekonomi Indonesia masih berada di jalur ekspansi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.