BERITA TERKINI
4 Mei dalam Sejarah: Dari Pengasingan Napoleon hingga Reformasi Mahasiswa di Beijing

4 Mei dalam Sejarah: Dari Pengasingan Napoleon hingga Reformasi Mahasiswa di Beijing

Tanggal 4 Mei tercatat sebagai hari yang memuat beragam peristiwa penting dalam lintasan sejarah dunia, mulai dari masa kolonial, pergolakan politik, hingga tonggak kebudayaan dan olahraga. Di berbagai belahan dunia, tanggal ini juga menandai kelahiran dan wafatnya sejumlah tokoh yang berpengaruh di bidang pemerintahan, seni, ilmu pengetahuan, dan perjuangan politik.

Rangkaian peristiwa penting

Pada 1635, Willem van Outhoorn lahir di Ambon. Ia kemudian dikenal dalam sejarah kolonial karena menjabat sebagai Gubernur-Jenderal Hindia Belanda di Batavia pada 1691–1704.

Sejarah Eropa mencatat 4 Mei 1814 sebagai hari tibanya Napoleon Bonaparte di Pulau Elba, yang menjadi lokasi pengasingan pertamanya setelah ia turun dari kekuasaan.

Di Kalimantan, 4 Mei 1861 disebut sebagai momen pertempuran antara pasukan Pangeran Antasari dan Belanda di Paringin, yang menjadi bagian dari kisah perlawanan rakyat Banjar.

Pada 1878, Grand Opera House di Amerika menjadi sorotan setelah berlangsung penayangan konten pornografi untuk umum. Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas terkait batas moralitas dan seni.

Di kawasan Amerika Tengah, 4 Mei 1904 menandai pengambilalihan proyek pembangunan Terusan Panama oleh Amerika Serikat setelah upaya Prancis sebelumnya gagal menyelesaikannya.

Tahun 1919, mahasiswa di Beijing menggelar aksi besar menentang dominasi asing dan menuntut pembaruan pendidikan serta kebudayaan. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Gerakan 4 Mei dan menjadi titik penting dalam sejarah modern Tiongkok.

Dalam bidang olahraga, Paris menjadi tuan rumah Olimpiade modern ke-8 pada 1924, sebuah ajang yang dipandang sebagai simbol kebangkitan olahraga global pasca Perang Dunia I.

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, pada 4 Mei 1945 pasukan Jerman memasuki wilayah Belanda. Pada saat yang sama, Denmark dan Norwegia secara resmi telah menyerah kepada Sekutu, menandai runtuhnya kekuatan Nazi di Skandinavia.

Di Inggris, 4 Mei 1979 menjadi penanda sejarah ketika Margaret Thatcher resmi dilantik sebagai Perdana Menteri perempuan pertama. Kepemimpinannya kemudian membawa perubahan besar pada arah kebijakan Inggris selama lebih dari satu dekade.

Indonesia mencatat 4 Mei 1982 sebagai pelaksanaan pemilihan umum ketiga pada era Orde Baru. Pemilu tersebut memperkuat dominasi politik Golkar dan rezim Soeharto.

Di Timur Tengah, 4 Mei 1994 menjadi hari penandatanganan kesepakatan antara Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan pemimpin PLO Yasser Arafat yang memberikan otonomi bagi Jalur Gaza dan Yerikho.

Sementara itu, di Indonesia pada 1998 terjadi kerusuhan besar di Medan. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu penanda awal rangkaian gejolak yang berujung pada runtuhnya Orde Baru dan bergulirnya era reformasi.

Tokoh yang lahir pada 4 Mei

Sejumlah tokoh dunia juga lahir pada tanggal ini, antara lain Willem van Outhoorn (1635), Bartolomeo Cristofori (1655) yang dikenal sebagai penemu piano, Audrey Hepburn (1929), Hosni Mubarak (1928), Wishnutama (1970), serta Cesc Fabregas dan Jorge Lorenzo (1987).

Tokoh yang wafat pada 4 Mei

Tanggal 4 Mei juga menjadi hari wafatnya sejumlah tokoh penting. Luca Ghini (1566) dikenal karena memperkenalkan konsep herbarium. Isaac Barrow (1677) merupakan ahli matematika Inggris dan pendidik awal Isaac Newton. Tipu Sultan (1799) wafat dalam pertempuran melawan Inggris dan dikenang sebagai tokoh perlawanan di India Selatan.

Nama lain yang wafat pada 4 Mei antara lain seniman Jepang Katsushika Hokusai (1849), jurnalis dan peraih Nobel Perdamaian Carl von Ossietzky (1938), serta Teuku Nyak Arif (1946) yang dikenang sebagai Gubernur pertama Aceh dan tokoh nasionalis.

Selain itu, komposer Rumania George Enescu (1955) juga wafat pada tanggal ini, disusul kimiawan Amerika Serikat Edward Calvin Kendall (1972) yang menerima Nobel terkait penelitian hormon kortison. Pemimpin Yugoslavia Josip Broz Tito (1980) turut tercatat wafat pada 4 Mei, menandai berakhirnya sebuah era penting dalam sejarah Eropa Timur.