BERITA TERKINI
19 September Memperingati Hari Apa? Dari Peristiwa Hotel Yamato hingga Peringatan Kesehatan Dunia

19 September Memperingati Hari Apa? Dari Peristiwa Hotel Yamato hingga Peringatan Kesehatan Dunia

Tanggal 19 September bukan sekadar penanda hari dalam kalender. Di berbagai negara, tanggal ini dikaitkan dengan sejumlah peringatan, mulai dari momen sejarah, perayaan kenegaraan, hingga kampanye kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik.

Berikut rangkuman sejumlah peringatan dan peristiwa yang terkait dengan 19 September, baik di Indonesia maupun di dunia.

1. Hari Pejuang Jalan Wanita Nasional

Di tingkat internasional, 19 September diperingati sebagai Hari Pejuang Jalan Wanita Nasional (National Women Road Warriors Day). Peringatan ini ditujukan untuk menghormati perempuan yang membangun karier sekaligus menjalankan peran dalam keluarga, termasuk sebagai ibu dan pengasuh.

Momen ini juga menjadi pengingat kontribusi perempuan sejak era 1900-an, termasuk sosok seperti Coco Chanel dan Elizabeth Arden, serta meningkatnya jumlah pekerja perempuan pada masa Perang Dunia II hingga lonjakan yang lebih besar pada akhir 1990-an.

2. Hari Kejayaan Angkatan Bersenjata Chili

Di Chili, 19 September diperingati sebagai Hari Kejayaan Angkatan Bersenjata, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan nasional. Sehari sebelumnya, 18 September, negara tersebut merayakan Hari Kemerdekaan dari Spanyol.

Perayaan 19 September ditandai parade militer di O’Higgins Park, Santiago, yang melibatkan Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Tradisi parade ini disebut berlangsung sejak 1915 dan menjadi hari libur nasional. Rangkaian perayaan juga dikenal sebagai Fiestas Patrias, dengan berbagai pertunjukan budaya seperti huaso, tarian nasional, dan pesta rakyat.

3. Hari Kepedulian Diseksi Aorta Sedunia

Secara global, 19 September diperingati sebagai Hari Kepedulian Diseksi Aorta (Aortic Dissection Awareness Day). Diseksi aorta merupakan kondisi medis serius ketika lapisan dalam aorta—pembuluh darah utama dari jantung—mengalami robekan dan dapat berujung pada kematian mendadak bila tidak segera ditangani.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat karena kondisi tersebut dinilai masih belum banyak dikenal. Sejumlah gejala yang disebutkan antara lain nyeri dada atau punggung mendadak, sesak napas, denyut nadi lemah di satu sisi tubuh, serta kehilangan kesadaran.

4. Peristiwa Perobekan Bendera di Hotel Yamato, Surabaya

Di Indonesia, 19 September 1945 dikenang melalui Peristiwa Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya. Peristiwa ini terjadi setelah bendera Belanda (merah-putih-biru) dikibarkan di atas hotel sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina, atas perintah Ploegman yang disebut sebagai Wali Kota Surabaya yang ditunjuk NICA.

Pengibaran bendera tersebut memicu kemarahan warga karena dianggap sebagai provokasi terhadap kedaulatan Indonesia yang baru diproklamasikan. Pada pagi harinya, ratusan warga mengepung hotel. Dua pemuda, Hariyono dan Koesno, memanjat bangunan dan merobek bagian biru bendera, menyisakan merah-putih sebagai simbol kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa ini kemudian menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan dan diperingati setiap tahun oleh warga Surabaya, termasuk melalui reka ulang peristiwa.

5. Sejumlah peristiwa dunia yang terjadi pada 19 September

Selain berbagai peringatan di atas, 19 September juga tercatat sebagai tanggal terjadinya sejumlah peristiwa penting dalam sejarah dunia, di antaranya:

1926 – Stadion San Siro di Milan diresmikan.
1945 – Rapat Raksasa Lapangan Ikada di Jakarta.
1955 – Presiden Argentina Juan Perón digulingkan.
1973 – Carl XVI Gustaf diangkat menjadi Raja Swedia.
1983 – Saint Kitts dan Nevis merdeka dari Inggris.
1985 – Gempa besar mengguncang Mexico City dan menewaskan ribuan jiwa.
2014 – Pembukaan Asian Games 2014.

Tokoh yang lahir pada 19 September

Beberapa tokoh yang dicatat lahir pada tanggal ini antara lain Ferry Porsche (1909), Cosmas Batubara (1938), Suryadharma Ali (1956), Cynthia Ramlan (1987), dan Harini Sondakh (1995).

Tokoh yang meninggal pada 19 September

Adapun tokoh yang dicatat meninggal pada 19 September antara lain James Garfield (1881) serta Ronny Pattinasarani (2008).