Uni Eropa mengirim sinyal paling jelas sejauh ini bahwa pendekatan isolasi diplomatik terhadap Rusia mulai melonggar setelah lebih dari tiga tahun diberlakukan. Presiden Dewan Eropa António Costa menyatakan tengah membahas kemungkinan negosiasi dengan Rusia bersama para pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa.
“Saya sedang berbicara dengan para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa untuk menentukan cara terbaik untuk mengatur pekerjaan kita dan untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya perlu kita diskusikan dengan Rusia ketika waktunya tepat,” kata Costa, sebagaimana dikutip Financial Times dan Ria Novosti, Kamis (7/5/2026).
Pernyataan Costa muncul di tengah tekanan yang disebut kian menumpuk di Eropa, mulai dari kebuntuan perang di Ukraina yang belum menemukan titik penyelesaian, krisis energi yang diperparah gejolak di Timur Tengah, hingga erosi solidaritas internal di antara negara-negara anggota Uni Eropa.
Perubahan nada di Brussels juga tercermin dari sejumlah pernyataan pemimpin Eropa lainnya dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Finlandia Alexander Stubb pada Maret lalu menyebut Eropa mendekati titik di mana perlu “membuka saluran dialog politik dengan Rusia.” Stubb menambahkan, hubungan dapat dipulihkan setelah konflik berakhir, meski menurutnya tidak akan kembali seperti sebelumnya.
Dari Estonia, Presiden Alar Karis—yang negaranya dikenal sebagai salah satu pendukung paling vokal Ukraina—mengajukan pertanyaan tentang kesiapan Eropa jika perang berakhir dalam waktu dekat. “Apakah kita siap jika perang berakhir hari ini atau besok?” ujar Karis. Ia juga mendorong penunjukan utusan khusus untuk mulai membuka kembali saluran diplomatik dengan Moskow, seraya menekankan bahwa persiapan diplomasi semestinya dimulai jauh sebelum perang berakhir.
Sementara itu, Perdana Menteri Albania Edi Rama menyampaikan kritik lebih tajam dengan menyebut keputusan Eropa memutus komunikasi dengan Rusia sebagai “kesalahan strategis besar.” Dalam forum ekonomi di Delphi, Yunani, Rama menilai pengaruh Eropa berpotensi terus menyusut selama isolasi diplomatik dipertahankan. “Eropa harus selalu, selalu berbicara dengan semua pihak,” katanya. “Semakin lama kita menunda, semakin kecil pengaruh yang kita miliki. Rusia tidak akan pergi ke mana pun.”