Kabar duka datang dari Kalimantan Selatan. Ulama ternama KH Husin Naparin dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (6/5) pagi.
Informasi wafatnya KH Husin Naparin beredar melalui unggahan akun Instagram resmi MUI Kalimantan Selatan serta pesan di grup WhatsApp. Berdasarkan informasi yang dihimpun, KH Husin Naparin meninggal dunia di RSI Sultan Agung pada pukul 08.10 WITA.
Jenazah direncanakan akan disalatkan di Masjid Jami Banjarmasin. Dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp disebutkan, “Innalillahi wainnailaihi roji'un, telah berpulang ke rahmatullah Ayahanda Mantan Ketua Umum MUI Kalsel KH. Husin Naparin Lc MA, jam, 08.10 pagi tadi dan akan disholatkan di masjid Jami Banjarmasin.”
Menurut informasi yang dikutip dari Wikipedia, KH Husin Naparin lahir pada 10 November 1947. Ia dikenal sebagai ulama dan tokoh Islam Indonesia. Ayahnya bernama H. Muhammad Arsyad dan ibunya Hj. Rusiah. Ia menikah dengan Dra. Hj. Unaizah Hanafie.
Semasa hidup, KH Husin Naparin menempuh sejumlah peran dan jabatan, antara lain Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Kalsel (1990-1995), Ketua Umum MUI Kota Banjarmasin (1992-1997 dan 1997-2002), Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kalsel (2001-2006), serta Wakil Dekan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Rasyidiyah Khalidiyah (STIT) Rakha Amuntai (1998).
Ia juga tercatat sebagai Ketua STAI Al Jami Banjarmasin sejak 1998, Anggota Dewan Pertimbangan Pendidikan Provinsi Kalsel, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Bulan Bintang Kalsel, Ketua III Tanfiziah NU TK. I Kalsel (1990-1995), Pengarah Tim Peneliti dan Penasehat Pembentukan Daerah Kabupaten Balangan (2001), serta Anggota Dewan Pengawas Syari’ah Bank Kalsel.