Thailand dan Kamboja menyatakan komitmen untuk membangun kembali hubungan bilateral setelah ketegangan berkepanjangan yang memuncak pada bentrokan mematikan tahun lalu. Insiden tersebut sempat mendorong penurunan level hubungan diplomatik antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara itu.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan menteri luar negeri kedua negara akan bekerja sama menyusun daftar “langkah-langkah pembangunan kepercayaan yang praktis, dimulai dari isu-isu di mana kami memiliki kesamaan pandangan dan dapat segera diimplementasikan.” Pernyataan itu disampaikan Anutin setelah bertemu dengan pemimpin Kamboja di sela KTT ASEAN di Filipina. Namun, ia tidak merinci langkah teknis yang dimaksud.
Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyebut pertemuan tersebut menitikberatkan pada upaya deeskalasi di wilayah perbatasan bersama serta jalur perdagangan penting. Jalur-jalur itu diketahui masih ditutup sejak kedua pihak terlibat konfrontasi bersenjata langsung tahun lalu, yang dilaporkan melibatkan penggunaan artileri, serangan udara, hingga ranjau darat.
“Diskusi kami berfokus pada langkah-langkah deeskalasi dan pembangunan kepercayaan guna memulihkan serta memperkuat kerangka kerja demi perdamaian abadi dan normalisasi hubungan,” kata Hun Manet dalam pernyataannya.